Perbankan Ini Dampingi 12 Desa Binaannya di Tiga Daerah

indopos.co.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tak hanya fokus pada kualitas pada pelayanan perbankan. Namun, bank swasta ini juga senantiasa berkomitmen untuk melayani kebutuhan dan meningkatkan kualitasnya dengan menawarkan solusi kreatif bagi nasabah dan masyarakat.

Melalui pilar solusi bisnis unggul, BCA berupaya untuk terus mendukung dan meningkatkan Desa Binaan Bakti BCA dalam menghadapi tantangan di era adaptasi kehidupan baru (AKB) ini, terutama dalam hal pemasarannya agar tetap eksis di masyarakat.

Baca Juga :

Bersama Desa Wisata Institute, BCA menggelar webinar khusus untuk Desa Binaan Bakti BCA yang bertajuk ‘Strategi Desa Wisata Pasca Pandemi Covid-19’ melalui Cisco Webex.

Kegiatan yang dimoderatori Jeky Norton Mahieu, perwakilan CSR (Corporate Social Responsibility) Bakti BCA ini diisi oleh dua pemantik diskusi, yakni Destha Titi Raharjana selaku Pegiat Wisata Kerakyatan Aktif di Puspa UGM dan Hannif Andy Al Anshori selaku Digital Marketing Manager Eticon sekaligus Mentor Desa Wisata Institute. Turut hadir Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati pada pembukaan webinar itu.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, tentu banyak sekali aspek-aspek yang terdampak, termasuk bagi Desa Binaan Bakti BCA. Untuk itu kami berupaya untuk mendampingi 12 Desa Binaan di Sumatera, Jawa dan Bali,” ujar Inge kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Rabu (22/7/2020).

Topik yang dibawakan oleh masing-masing narasumber meliputi pengetahuan akan AKB yang berlangsung sekarang ini, bagaimana cara meningkatkan kreativitas desa wisata di masa pandemi, hingga berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan promosi desa wisata menjadi destinasi yang unggul dan tetap diminati oleh masyarakat di era AKB.

Baca Juga :

“Melalui fasilitas webinar strategi desa wisata ini, kami pun berharap desa binaan khususnya para pengurus BCA dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di masa AKB ini. Kami akan selalu memantau dan mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia,” katanya.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.