Manfaatkan PHLN, Kementan ‘Redesign’ KostraTani 2020

indopos.co.id- Kementerian Pertanian (Kementan) RI melakukan rancang ulang atau ‘redesign’ secara bertahap pengembangan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) sebagai ‘call sign’ dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melaksanakan tugas, fungsi dan peran di era industrialisasi 4.0. Upaya redesign KostraTani pada 2020 memanfaatkan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) pasca pemotongan anggaran APBN 2020 terkait penanganan Pandemi COVID-19 terhadap 723 BPP di 19 provinsi.

Langkah redesign KostraTani untuk 2020 mengemuka dari kegiatan video conference Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi di Jakarta, Jumat (24/7/2020) yang dihadiri sejumlah petani dan penyuluh secara online dan live streaming melalui media sosial BPPSDMP.

Baca Juga :

Menurut Dedi, redesign usulan PHLN dilaksanakan secara bertahap untuk pengembangan KostraTani pada 2020 berupa pemberian sarana teknologi informasi (IT). Pertama, PHLN dari Proyek Integrated Participatory Development and Managemen of Irigation Project (IPDMIP) untuk 480 BPP secara bertahap, 106 BPP pada 2020 dan 374 BPP pada 2021. Kedua, anggaran PHLN dari proyek Youth Entrepreneuship and Employment Support Services Programme (YESS) sebanyak 84 BPP. Ketiga, Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) kepada 56 BPP.

“Langkah tersebut dilakukan BPPSDMP melalui koordinasi dengan unit kerja eselon satu di Kementan, dan mendorong pembuatan percontohan program Kementan yang implikasinya berbasis KostraTani,” kata Dedi Nursyamsi pada koordinasi dan sinkronisasi online bertajuk ‘Strategi Pembinaan Model BPP KostraTani 2020’.

Baca Juga :

Tak kalah penting, lanjut dia, konsolidasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bagi BPP yang tidak mendapatkan bantuan sarana IT dari pemerintah pusat agar mengadakan sarana IT sendiri namun tetap berpartisipasi aktif pada pelatihan virtual yang digelar oleh BPPSDMP.

Kegiatan tersebut meliputi Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) satu kali seminggu, Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) satu kali dalam dua minggu; Bertani on Cloud dua kali seminggu dan Millenial Agriculture Forum (MAF) satu kali dalam dua minggu.

Baca Juga :

KostraTani yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Sebelumnya diberitakan, Kementan saat ini telah mengembangkan 50 BPP model dari KostraTani sebagai ‘call sign’ BPP model, dua di antaranya adalah BPP Bone Pantai di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dan BPP Genteng di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Kedua, BPP model menjadi tanggung jawab (Pusluhtan BPPSDMP).

“Kementan membuka peluang pengembangan BPP model menjadi KostraTani. Syarat utama, lokasi dekat kantor UPT Kementan, karena wajib intensif komunikasi dan intensif pelatihan. Harus ada listrik, jaringan internet dan komputer,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference di Jakarta, Rabu (22/8/2020).

Ditambahkan Dedi, syarat lain calon BPP model, semangat dan keinginan penyuluh. Misalnya, cara mengolah data, menyiapkan CPCL dan verifikasi, sehingga dapat dilaporkan ke AWR Kementan. Dukungan dinas pertanian provinsi, kabupaten dan kota juga sangat penting.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bone Bolango, Roswaty Agus mengapresiasi Kementan memilih BPP Bone Pantai, seraya mengakui jaringan internet belum maksimal. “Kendala itu telah diatasi oleh Bupati Hamim Pou. Sekarang internet sudah lancar,” tuturnya. (mdo/cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.