Rupiah Menguat Dipicu Pelemahan Nilai USD

indopos.co.id-Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan masih melanjutkan tren positif dalam beberapa hari terakhir.

Pada pukul 09.43 WIB rupiah menguat 22 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.558 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.580 per dolar AS.

Baca Juga :

Rupiah Menguat, IHSG Melemah

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pagi ini dolar AS masih menunjukkan pelemahan terhadap mata uang pasar berkembang dan juga terhadap mata uang utama dunia.

“Pelemahan kemungkinan karena kekhawatiran pasar terhadap kondisi penularan COVID-19 yang masih terus meningkat dan masih berpotensi memburuk di AS yang bisa menekan laju pemulihan ekonomi AS,” ujar Ariston di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga :

Memanasnya hubungan AS dengan Tiongkok karena isu penutupan konsulat Tiongkok di Houston, AS, juga turut menekan dolar AS sementara ini.

Perekonomian AS dinilai bisa merugi bila konflik merembet ke masalah ekonomi dengan Tiongkok. “Rupiah bisa melanjutkan penguatan karena hal di atas dengan potensi kisaran Rp14.500-Rp14.650 per dolar,” kata Ariston.

Baca Juga :

Nilai Tukar Rupiah Makin Tertekan

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, pasar bisa segera beralih pandangan bila isu di atas juga dianggap mengganggu pemulihan ekonomi global yang bisa menyebabkan harga aset berisiko tertekan turun termasuk rupiah.

Pada Kamis (23/7/2020) lalu rupiah ditutup menguat 70 poin atau 0,48 persen menjadi Rp14.580 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.650 per dolar AS. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.