Anies BaswedanSerahkan Santunan BPJAMSOTEK Rp454 Juta ke Ahli Waris Anggota PPSU yang Meninggal Kecelakaan Kerja

 

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan santuan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris anggota PPSU (penanganan prasarana dan sarana umum) yang meninggal dunia saat bertugas. Santunan dengan total nilai Rp454,530 juta tersebut diserahkan secara simbolis di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Senin (27/7/2020).

Baca Juga :

Anies menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua orang petugas PPSU tersebut. ”Saya juga ingin menyampaikan bahwa santunan sebesar apapun jumlahnya tak akan bisa menggantikan nyawa Taka dan Jamaludin. Namun apa yang diberikan ini diharapkan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ucap Anies kepada kedua ahli waris anggota PPSU. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama (Dirut) BPJAMSOSTEK Agus Susanto, yang didampingi oleh Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Kelapa Gading Erfan Kurniawan, dan Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger Dani Santoso. Turut hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertrans) DKI Jakarta Andri Yansyah.

”Kami di Pemprov DKI Jakarta ingin agar semua keluarga yang bekerja, yang orang tuanya, suaminya, ayahnya, istrinya mengabdi untuk masyarakat di Jakarta itu terlindungi. Bila di dalam menjalankan tugas sampai mengalami kecelakaan, bahkan sampai kejadian fatal seperti ini, maka keluarganya mendapatkan dukungan untuk bisa meneruskan amanah yang dititipkan. Ibu Lastri ada dua anak yang menjadi amanatnya. Ibu Evi ada tiga putra-putrinya. Kami ingin keluarga-keluarga ini bisa terus menjalankan kehidupannya sesudah ayah dan suami berpulang. Karena itulah, kenapa di Pemprov DKI Jakarta menjaminkan lewat BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk semua pekerja, untuk Ketua RT/RW, semua yang mengabdi, bahkan PKK juga untuk bisa mendapatkan jaminan,” ungkapnya.

Baca Juga :

Meski bukan yang pertama terjadi, Anies kembali menyampaikan apresiasinya kepada BPJAMSOSTEK yang selalu memberikan respon cepat pada setiap kejadian kecelakaan kerja yang menimpa anggotanya di jajaran Pemprof DKI Jakarta. Selain itu Anies juga mengajak pemerintah daerah lain untuk mendaftarkan semua pegawai non-ASN ke BPJAMSOSTEK seperti yang telah dilakukan DKI Jakarta. Sehingga keselamatan pekerja terjamin dan mereka dapat bekerja dengan tenang.

Taka, 43, merupakan anggota PPSU Persada Kelurahan Kelapa Gading Barat yang terdaftar kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kelapa Gading. Dirinya meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari saat bertugas membersihkan Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis, 23 Juli 2020. Saat kejadian, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak terselamatkan dan meninggal dunia.

Sedangkan satu hari berselang pada Jumat 24 Juli, seorang anggota PPSU bernama Jamaludin, 51, juga meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang di daerah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Dikarenakan luka yang sangat parah di bagian kepala, korban tidak sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Jamaludin terdaftar kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger.

Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto, mengatakan pihaknya memberikan santunan kepada kedua ahli waris dengan nilai total Rp454,530 juta. Masing-masing ahli waris mendapat santunan Rp227,265 juta. ”Terdiri dari santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, biaya pemakaman, dan santunan berkala,” ungkap Agus.

Selain itu BPJAMSOSTEK juga memberikan bantuan beasiswa untuk kedua anak almarhum Taka dengan total mencapai Rp111 juta. Begitu pula kepada satu anak dari almarhum Jamaludin sebesar Rp76,5 juta. ”Santunan beasiswa ini berlaku dari pendidikan SD hingga lulus perguruan tinggi,” ungkapnya.

Agus mengatakan bahwa kejadian yang dialami oleh almarhum Taka dan Jamaludin merupakan kejadian kecelakaan kerja. Karena itu, ahli warisnya berhak menerima santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang merupakan manfaat dari program JKK.

”Kami turut berduka cita atas musibah terjadi, dan pada hari ini kami menyerahkan santunan secara simbolis kepada ibu Lastri dan ibu Evi selaku ahli waris yang dari masing-masing peserta. Semoga santunan yang diterima dapat meringankan duka yang dialami keluarga dan kami berharap kejadian ini tidak lantas membuat keluarga yang ditinggalkan mengalami kesulitan ekonomi,” ujar Agus.

Dirinya juga menjelaskan, manfaat santunan tersebut merupakan wujud kepedulian pemberi kerja, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang memberikan perlindungan kepada pekerja PPSU. Sebab mereka memiliki risiko kerja yang cukup tinggi jika dilihat dari kondisi kerja di lapangan.

”Semoga kejadian yang menimpa almarhum Taka dan Jamaludin dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bekerja, dan bagi pemberi kerja, agar selalu memperhatikan perlindungan jaminan sosial para pekerjanya melalui BPJAMSOSTEK,” pungkas Agus. (dni/mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.