Setelah di Kalteng, Kasus Investasi Singkong Dilaporkan ke Polda Riau

indopos.co.id – Masih tersangkut masalah hukum sejak 6 tahun lalu di Polda Kalimantan Tengah, kini PT Sumatera Tani Mandiri (STM), juga berurusan dengan Polda Riau dengan modus kejahatan yang sama yakni penipuan investasi tanaman singkong dan aren.

Salah satu korban penipuan yakni Mario Andrew Laudy Maringka dalam penuturan yang diterima redaksi sama-sama telah membuat laporan tindak pidana yang dilakukan oleh Direksi PT STM.

Mario Andrew Laudy Maringka yang biasa dipanggil Ody, Selasa (28/7), mengaku telah menjadi korban penipuan investasi tanaman singkong di kawasan lahan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau sejak Januari 2019. Tidak hanya dirinya saja yang tertipu, bahkan saudara kandungnya juga menjadi korban penipuan investasi yang ditawarkan oleh PT STM.

“Untuk tanaman singkong ini, saya dan kakak saya telah menginvestasikan dana sekitar Rp40 juta. Kami dijanjikan dalam 9 bulan tanaman singkong ini akan membuahkan hasil,” tutur Ody.

Bahkan kata Ody pada bulan Maret 2019 dia juga telah menginvestasikan Rp60 juta untuk tanaman Aren, yang katanya akan menghasilkan setelah 6 bulan masa tanam.

“Untuk tanaman aren ini PT STM menjanjikan akan memberikan sertifikat hak milik kepada investor,” terang Ody.

Baca Juga :

Sampai penghujung tahun 2019 sesuai masa perjanjian panen, ternyata tidak ada kejelasan dari pihak PT STM. “Mereka selalu beralasan kendala-kendala di lapangan. Bahkan mereka beralasan menunggu dana pinjaman KUR dari BLU P2H,” tambah Ody.

Ody mengatakan sampai awal tahun 2020 dia masih berpikir positif terhadap PT STM. Namun belakangan dia baru sadar menjadi korban penipuan setelah mendapat kabar adanya kasus penipuan serupa di lahan Sorek, Kabupaten Pelalawan Riau. (yay)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.