Ganti Maskermu, Jaga Kulitmu

indopos.co.id – Penggunaan masker di era ‘New Normal’ menjadi satu kewajiban. Mereka yang tidak menggunakan masker terancam denda dan tidak bisa beraktivitas normal. Sayangnya, penggunaan masker yang terlalu sering ternyata memiliki efek yang tak bagus bagi kulit.

Hanya saja, banyak yang mengabaikannya dan menggunakan masker berkali-kali tanpa diganti. ”Memakai masker membuat panas, lembap dan keringat serta kotoran terkumpul di area masker, ini menjadi tempat munculnya kuman dan jerawat untuk mudah muncul,” kata Vitresa Zamri dalam seminar Edukasi “Adaptasi Kebiasaan Baru: Cara Baru Gaya Hidup, Cara Baru Saling Jaga”  di Jakarta.

Baca Juga :

Vitresa Zamri mengemukakan, Pemilik kulit berminyak yang mudah berjerawat punya kecenderungan untuk berjerawat akibat pemakaian masker dalam waktu lama. Biasanya, jerawat muncul di bagian bawah wajah, terutama pada daerah rahang yang tertutup oleh masker.

Sementara itu, pemilik kulit kering yang mudah iritasi bisa merasakan dampak yang berbeda. ”Memakai masker terlalu lama dapat membuat kulit semakin kering dan mudah iritasi. Apalagi di tepian masker,” kata dia.

Solusinya, cuci wajah secara teratur dengan sabun yang sesuai dengan tipe kulit wajah. Bagi wajah berjerawat, setelah melepas masker segera bersihkan kulit dengan toner untuk mengangkat sisa kotoran. “Double cleansing kalau perlu,” kata dia.

Selanjutnya, perhatikan kulit wajah. Jika muncul jerawat, segera totolkan obat jerawat di tempat tersebut. Namun bila jerawat sudah terlampau banyak dan menimbulkan infeksi, dia menyarankan untuk berobat ke dokter demi mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca Juga :

Sementara itu, pemilik kulit kering dianjurkan untuk mencuci wajah dengan sabun khusus kulit sensitif. Jangan lupa untuk selalu memakai pelembap kulit yang sesuai dengan jenis kulit.

“Harus ada pelembap buat wajah dan tangan di tas kosmetik yang kita bawa, ini kecil tapi penting,” kata dia.

Perawatan ekstra juga berlaku untuk tangan karena saat ini orang dianjurkan untuk sering mencuci tangan demi menjaga kebersihan.

“Memakai sabun dengan detergen dan antiseptik dengan basa tinggi lama-lama mengikis lapisan barrier, kulit jadi kering, retak dan pecah,” kata dia.

Sementara itu, Spesialis Kulit dan Kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah dr. Susie Rendra, SpKK menambahkan, seiring bertambahnya usia, ada risiko terjadi berbagai masalah pada kulit dan satu yang paling tampak, penuaan.

“Kerut, kusam, kering. Di atas 40-50 tahun tambah terus. Kelainan sudah jelas dan terkadang mengganggu secara fungsi,” sambung Susie.

Kulit kering bisa muncul karena sejumlah penyebab seperti kebiasaan mandi air panas, salah memilih sabun dan hal lainnya.

Sebaiknya, gunakan losion atau moisturizer segera setelah mandi agar lebih terserap kulit dan meminimalkan rasa lengket.

Masalah kulit lainnya, infeksi jamur Candida. Jamur ini tinggal menetap pada kulit dan akan berkembang saat daya tahan tubuh turun.

“Di lipatan-lipatan kulit, kulit lembap, jamur ini bisa berkembang. Lakukan pengobatan jamur dan lihat faktor risiko. Kalau diabetes, diabetesnya harus terkontrol,” kata Susie. (ash)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.