Aktivitas Denada Tambunan di Tengah Pandemi COVID-19

Rutin Olahraga, Jadikan Zumba Pilihan untuk Tebar Kesehatan

Indopos.co.id – Sederet jenis olahraga bisa menjadi pilihan penyanyi Denada Tambunan selama pandemi Covid-19. Seperti pilates, barre, HIIT, yoga, zumba, dan cardio dance. Setelah menekuninya, dia pun akhirnya jatuh hati pada Zumba dan menjadi instruktur.

Hobi tak sekadar menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Hobi juga bisa menjadi peluang mendapatkan kesehatan dan bisnis yang menguntungkan. Salah satunya dengan berolahraga. Olahraga memang menjadi keutuhan utama di masa pendemi.

Baca Juga :

Kala Musisi dan Artis Gilai Video Pendek

Hampir aktivitas olahraga meningkat drastis belakangan ini. Tak sekadar sepeda, namun pilates, barre, HIIT, yoga, zumba, dan cardio dance menjad piihan yang menarik saat berada dirumah. Hal itu dilakukan Penyanyi Denada Tambunan.

”Olahraga dimasa pandemi itu sangat penting,” ujar Denada.

Baca Juga :

Tak Pede Makin Tidak Berharga

Sebagai perempuan yang ingin selalu sehat dan tampil bugar di masa pandemi, Denada termasuk perempuan yang ‘telaten’ untuk urusan olahraga. Semua jenis olahrga dilakukannya selama pandemi.

“Selama itu ativitas yang menyehatkan, saya selalu lakukan, apalagi di masa pandemi,” kata dia.

Beragam jenis olahraga menjadi pilihanya, mulai pilates, barre, HIIT, yoga, zumba, dan cardio dance. Semua kegiatan tersebut dilakukan selama pandemi. Akhirnya, dia mendapatkan ide untuk menjadikannya sebagai peluang untuk berbagi kepada teman-teman dan penggemarnya. Denada memutuskan untuk menjadi instruktu Zumba.

“Menjadi seorang instruktur Zumba(R) benar-benar merupakan kesempatan yang luar biasa. Menghadiri kelas telah menjadi rutinitas penting dalam hidup saya dan telah membantu saya melewati masa-masa sulit,” tutur Denada.

Dia mengatakan, menjadi seorang penari sepanjang hidupnya terkadang menimbulkan pertanyaan dalam diri akan kesehatan dan kebugaran. Saat menemukan Zumba(R) dia menyadari gerakan menari ternyata dapat menjadi latihan seluruh tubuh yang hebat dan menyenangkan.

“Menjadi instruktur berlisensi merupakan pilihan tepat bagi saya. Saya harap saya dapat membuat dampak positif dalam kehidupan seseorang dari kesempatan ini,” kata Denada

Pernah membintangi beberapa judul sinetron dan film itu. Dia ingin menjangkau komunitas Zumba yang besar dan terus berkembang di Indonesia untuk mendukung dan membantu anak-anak pengidap kanker.

“Apa yang dialami anak saya adalah pengalaman yang mengubah hidup, dan sebagai seorang ibu, saya belajar bahwa memiliki ketegaran, semangat yang tinggi, dan penuh harapan adalah hal yang memberikan kekuatan bagi anak dan orang tua dalam berjuang melawan kanker. Untuk melakukannya, mereka membutuhkan dukungan dan dorongan seperti yang telah membantu saya dan anak saya saat itu,” tambah dia.

Denada juga mengatakan, olahraga Zumba lebih populer di kalangan perempuan ketimbang pria.

“Karena perbedaan budaya, di negara asalnya di Amerika Latin, laki-laki menari itu keren, sedangkan di Indonesia?” kata dia.

Perbedaan budaya itulah yang membuat Tarian Zumba yang diciptakan penari sekaligus koreografer Alberto Perez dari Kolombia lebih digemari kaum hawa, setidaknya di Indonesia. Gerakan Zumba terdiri dari beragam koreografi seperti salsa, samba, hip-hop, merengue dan mambo.

Menurut Denada, satu kali latihan Zumba biasanya berlangsung selama satu jam yang terdiri dari 10 menit pemanasan. Olahraga inti dansa yang dikombinasikan dengan gerakan kardio dan pendinginan.

“Bisa bakar 700-800 kalori per jam, tidak terasa karena sambil dancing,” tukas dia. (*)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.