Alexa Metrics

Malam Ini Final Piala FA Pertemukan Chelsea vs Arsenal

Malam Ini Final Piala FA Pertemukan Chelsea vs Arsenal Chelsea VS Arsenal. (Foto: Twitter.com/@EntirelyChelsea)

Indopos.co.id – Wah,  senang ya Chelsea saat menghadapi  Arsenal di final Piala FA, pukul 23.00 WIB, Sabtu (1/8) malam.  Bagaimana tidak senang, selain mendapat dukungan moral dari supoternya sendiri, The Blues juga hampir pasti mendapatkan dukungan dari Tottenham Hotspur dan Wolverhampton. Kedua klub itu memang tidak mengingingkan Arsenal yang juara. Apa pasal?

Kalau Arsenal juara, maka Tottenham Hotspur dan Wolverhampton yang merana. Sebab, kalau berhasil, maka Arsenal yang akan lolos secara otomatis ke fase grup Liga Eropa musim kompetisi akan datang. Imbasnya, Tottenham Hotspur harus ikut tarkam Liga Eropa. Wolverhampton malah harus mengubur mimpinya mengikuti tarkam Liga Eropa.

Partai final Piala FA 2020 ini kali ini memang unik. Dulu, klub-klub Ingris, terutama klub Divisi Championship benar-benar menganggap Stadion Wembley memiliki makna yang monumental. Hampir semua pemain ingin merasakan bermain di London. Begitu antusiasnya sampai-sampai media kemudian menyebutnya sebagai Road to Wembley.

Final kali ini juga punya makna spesifik bagi Frank Lampard untuk Chelsea dan Mikel Arteta untuk Asrsenal. Usia melatih mereka berdua saja masih seumuran jagung. Usia biologis mereka tidak terlalu jauh. Lampard berusia 42 tahun. Arteta kini sudah 38. Mereka juga pernah sama-sama berduel di lapangan. Arteta membela Everton dan Arsenal. Lampard menjadi motor llini tengah Chelsea.  Keduanya sama-sama ambisius. Kalau berhasil, ini tentu prestasi perdana bagi mereka. Inilah Derby London paling konyol sepanjang sejarah partisipasi kedua tim. Tak ada penonton di sana. Tak ada aksi-aksi kolosal dan teatrikal di luar sepak bola untuk menghormati sang juara. Benar-benar senyap.

Jelang final itu juga sempat terselip kisah-kisah lain yang kerap  menjadi bumbu atau apalah. Misalnya, kisah seputar Frank Lampard yang kebingungan. Ya, Lampard bingung apakah harus memainkan Willian atau harus diparkir. Kebingungan ini bukan soal cedera, tapi soal psikis. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu Willian terlibat friksi dengan klub.

Pemain berusia 31 tahun itu sengaha mengulur-ulur persoalan kontraknya. Ia minta Chelsea mengontraknya untuk tiga tahun berikutnya. Chelsea menolak. Bisa-bisa Lampard dituduh menabrak pagar tradisi Chelsea yang hanya memberikan kontrak setahun atau maksimal dua tahun kepada pemain yang berusia di atas 30 tahun.

Kontrak Willian tuntas pada akhir musim 2019-20 atau tepatnya 1 Agustus. Agen Willian, Kia Joorabchian, mengkonfirmasi ada lima penawaran di atas meja untuk kliennya, lawan Sabtu malam nanti, Arsenal, menjadi favorit, menurut The Sun. “Willian memiliki dua tawaran konkret dari klub Liga Premier di atas meja. Dia memiliki tawaran MLS di atas meja yang sangat besar. Dia juga mendapat dua tawaran lain di Eropa,” kata Joorabchian.

Oleh karena itu, Lampard harus memutuskan apakah akan memilih pemain yang akan bergabung dengan Arsenal dalam beberapa minggu ke depan. Konsekuensinya tergantung pada sikap dan kinerja Willian. Willian akan pergi setelah leg kedua Chelsea melawan Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions pada 8 Agustus, kecuali The Blues membalikkan defisit 3-0 pada leg pertama di Allianz Arena. Selain Arsenal, rival Liga Premier Tottenham dan Manchester United juga disebut-sebut mengungunkan jasa Willian musim ini.

Terlepas dari friksi dan intrik soal kontrak, pemain sayap asal Brasil itu masih terbukti menjadi pemain kunci. Ia menjadi andalan Lampard musim ini, terutama sejak lockdown. Pemain Brasil ini telah mencetak 11 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk empat dalam tiga pertandingan selama Liga Premier dimulai kembali.

Willian telah berada di Chelsea sejak dia menolak kepindahan ke Tottenham untuk The Blues pada musim panas 2013, dan sejak itu telah memenangkan dua gelar Liga Premier, satu Piala FA, satu Piala Liga, dan satu Liga Europa dalam tujuh tahun di Stamford Bridge.

Arsenal dan Chelsea kini juga pusing tujuh keliling dengan realitas nonteknis menghadapi partai pamungkas itu. Sebab, kedua klub diminta menambah ornamen untuk heads up, yaitu badan kesehatan mental yang dipimpin Pangeran William di bagian depan kaos. Padahal, mereka punya sponsor utama dan sponsor apparel di lengan baju.

Untuk memenuhi permintaan itu, Arsenal memindahkan patch NHS dan BLM ke bagian belakang kaos mereka di bawah nomor, sementara Chelsea memindahkan NHS ke bagian belakang jersey dan akan menempatkan pesan BLM di celana pendek mereka. Sumber-sumber telah menyatakan bahwa beragam pesan yang dipajang membuat kostum final mirip kostum mobil balap, bukan kaus sepak bola. (*)



Apa Pendapatmu?