Alexa Metrics

Bangun dan Wujudkan Kepedulian Sosial dengan Berkurban

Bangun dan Wujudkan Kepedulian Sosial dengan Berkurban Salat Idul Adha di lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Foto: ANTARA)

Indopos.co.id – Khatib salat hari raya Idul Adha Banda Aceh, Tgk Salman Abdul Muthalib mengatakan berkurban merupakan wujud kepedulian dan kepekaan sosial masyarakat terhadap sesama.

“Dengan berkurban, kita membangun dam mewujudkan kepedulian sosial. Kurban memberikan kesadaran bahwa harta milik kita sebagiannya ada hak orang lain,” kata Tgk Salman Abdul Muthalib dalam khutbah shalat Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat.

Tgk Salman mengatakan Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan pencipta, tetapi juga hubungan sesama manusia. Berkurban adalah untuk kemaslahatan bersama dan ini merupakan bagian bentuk kesadaran terhadap orang lain.

“Kurban menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu terhadap mereka yang lemah. Harta yang kita nikmati tidak akan berkurang sedikitpun ketika berbagi melalui berkurban di hari raya Idul Adha,” katanya.

Tgk Salman Abdul Muthalib menyebutkan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya Ismail. Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut, namun penyembelihan batal atas kehendak Allah SWT.

“Ada pesan penting dari pengorbanan Nabi Ibrahim. Di antara ketaatan kepada Allah SWT. Ketaatan inilah yang harus dipraktikkan dalam keseharian. Sebagai muslim, kita telah berikrar bahwa hidup mati kita serahkan kepada Allah,” katanya.

Pesan lainnya adalah kemuliaan manusia ketika Ismail hendak disembelih Nabi Ibrahim, Allah SWT menukarnya dengan seekor binatang. Pesan ini menunjukkan bahwa manusia tidak boleh diperlakukan dengan semena-mena.

“Dalam Islam, keselamatan seorang manusia merupakan hal yang sangat penting. Jangan kita merendahkan orang lain karena hanya akan mengurangi kemuliaan kita terhadap sesama,” kata Tgk Salman Abdul Muthalib.

Hal senada dikemukakan Khatib Salat Idul Adha di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Syarif Idris.

“Perayaan Idul Adha 2020 berlangsung di tengah pandemi COVID-19. Semangat solidaritas untuk membantu warga yang terdampak sangat dibutuhkan. Membantu sesama berarti membantu pemerintah dalam menangani COVID-19,” kata Syarif Idris usai melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan parkir Lippo Plasa Kupang, Jumat (31/7/2020).

Ia mengatakan momentum pandemi COVID-19 harus dijadikan spirit bagi umat Islam di Kota Kupang untuk membantu sesama yang membutuhkan pertolongan akibat terdampak pandemi COVID-19.

“Pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintan Allah SWT perlu diimplementasikan umat Islam untuk membantu sesama yang menderita akibat pandemi COVID-19,” tegasnya.

Begitu pula Khatib salat Id di Masjid Al Akbar Ahmad Zayadi, Surabaya, Jawa Timur. Dia menyampaikan bahwa momentum Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah hendaknya dijadikan landasan untuk membangun negeri dengan cara menekankan prinsip solidaritas dan soliditas publik.

“Idul Adha kali ini menjadi penekanan solidaritas publik untuk dijadikan landasan,” ujarnya di sela khutbah shalat id di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat.

Menurut dia, pada saat wabah pandemi COVID-19 kali ini, seluruh manusia bahu-membahu dan bergotong royong dalam ikhtiar menanggulanginya.

Seberat apapun masalah yang dihadapi Negara ini, kata dia, dengan modal semangat pengorbanan dan solidaritas kemanusiaan maka berbagai problem akan teratasi.

“Sebab, rakyat dan para pemimpinnya merasa ‘berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing’. Langkah ini juga akan mengikis sikap mementingkan diri sendiri dan mencintai harta (hubbub al-dunya) secara berlebihan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Bupati Garut Rudy Gunawan juga menyatakan, perayaan Idul Adha menjadi momentum tepat dalam berempati untuk saling berbagi dan membantu kebutuhan pangan masyarakat di tengah wabah COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kurban ini menjadi bagian dari empati kepada sesama, apalagi di posisi sekarang ini kegiatan ekonomi tidak berlangsung dengan lancar sehingga masyarakat banyak mengalami kesulitan,” kata Bupati Garut usai melaksanakan Shalat Idul Adha dan pemberian hewan kurban di Masjid Agung Garut, Jumat.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga berbagi dengan berbagai cara baik sumbangsih berbentuk materi, tenaga, maupun lainnya untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan di momen Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

“Yang paling penting adalah memberi dengan tulus ikhlas supaya mereka dapat merasakan apa yang kita rasakan terutama yang benar-benar membutuhkan,” kata Wali Kota Risma di Surabaya, Jatim, Jumat.

Ia mencontohkan sepenggal kisah keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam melakukan kurban. Kala itu, lanjut dia, Nabi Ibrahim rela mengikhlaskan putranya untuk disembelih. Namun saat akan disembelih, tiba-tiba putra yang bernama Ismail itu digantikan oleh Allah SWT dengan seekor domba.

“Kita diberikan contoh yang sangat luar biasa. Saat itu nabi ikhlas dan tulus untuk melakukan kurban. Sekalipun pada sesuatu yang amat disayangi. Semua itu dilakukannya demi mencari Ridho Allah SWT,” katanya.

Risma mengajak kepada seluruh warga untuk memanfaatkan momen ini dengan belajar dan mengerti makna berkurban. Terutama di tengah pandemi COVID-19, saat dimana warga yang berkurban merasakan bagaimana harus rela, ikhlas serta tulus untuk berdonasi atau berkurban.

“Apalagi warga atau saudara kita yang terdampak pandemi,” katanya.
Risma juga meminta masyarakat untuk memulai dengan ikhlas dan tulus dalam mengenakan masker. di tengah pandemi COVID-19. Bagi dia, dengan bermasker tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi melindungi keluarga serta orang-orang yang tercinta. (rif/ant)



Apa Pendapatmu?