Alexa Metrics

SPH dan Siloam Kolaborasi Gelar Public Webinar: Health, Habit and Hope

SPH dan Siloam Kolaborasi Gelar Public Webinar: Health, Habit and Hope Webinar internasional bertajuk “Health, Hobit and Hope”, Sabtu (1/8/2020). Acara terselenggara atas kolaborasi Sekolah Pelita Harapan dan Siloam Hospitals Group.

indopos.co.id – Sekolah Pelita Harapan (SPH) dan Siloam Hospitals Group berkopaborasi untuk mencegah pandemi Covid-19, khususnya di Indonesia yang ditampilkan dalam public webinar bertajuk Health, Habit and Hope, Sabtu (01/8/2020).

Pada kegiatan yang diikuti lebih dari 450 peserta dari kawasan Asia dan Eropa itu, Ketua Yayasan SPH, Aileen Hambali Riady menyampaikan, adanya Pandemi COVID-19 telah mengajarkan secara tidak langsung agar manusia waspada dengan ketidakpastian.

Aileen menyebutkan, ketidakpastian tersebut merupakan tantangan besar bagi dunia akademik agar generasi muda yang bersekolah tidak merasa takut dan khawatir.

“Kami melakukan kolaborasi, bersinergi dengan Siloam Hospitals Group secara medis dan Sekolah Pelita Harapan sebagai akademisi turut melakukan peran dalam mengedukasi semua lini sektor pendukung pendidikan,” ujarnya, dalam webinar internasional bertajuk “Health, Hobit and Hope”, Sabtu (1/8/2020).

Aileen mengatakan, kolaborasi SPH dan Siloam Hospitals Group telah melakukan sebuah program persiapan kembali ke sekolah melalui program penanggulangan dan pencegahan infeksi COVID-19 yang komprehensif.

Kerja sama pertama antara lembaga pendidikan dan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan lingkungan serta kegiatan belajar dan mengajar yang aman, ketika saatnya siswa dan guru kembali beraktifitas di sekolah.

Sementara, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Caroline Riady mengatakan, kolaborasi sinergi bersama SPH juga merupakan hal yang penting sebagai investasi pendidikan jangka panjang guna turut memajukan kehidupan bangsa.

“Siloam Hospitals Group tidak saja mengambil peran pada sektor kesehatan guna ikut membantu pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 melalui penyediaan rumah sakit khusus pasien COVID-19, namun kami juga harus berperan membantu sektor pendidikan dalam hal memberi edukasi yang sehat tentang bagaimana mencegah dan mengelola COVID-19 ini, khususnya pada orang tua dan anak sekolah,” bebernya.

Menurutnya, peran dari lingkungan seperti guru dan orang tua sebagai pihak terdekat itu sangat penting. Dalam hal ini, edukasi dari orang tua dan guru kepada anak juga menjadi solusi mencegah penularan virus. Anak perlu diberi pemahaman bahaya dari pandemi saat ini dengan penyampaian yang sesuai tanpa menakuti.

“Mulai dari mengedukasi mengenai bagaimana bahayanya virus ini. Dan tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengedukasi anak-anak mengenai menjaga diri mereka sendiri,” tutrnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Emergency dan Intensive Care dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Yogi Prawira SpA(K) menambahkan, edukasi dini menjadi kunci utama. Orang tua dan pihak sekolah dapat mengajarkan anak-anak kebiasaan baru yang lebih bersih dan sehat dengan cara yang menyenangkan.

“Contohnya, melatih anak memakai masker dengan memilih motif yang menjadi favorit anak serta membiasakan rutin cuci tangan selama 20 detik sambil menyanyikan lagu anak,” katanya.

Kemudian, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, DR. Dr. Allen Widysanto, Sp.P, juga turut mengingatkan akan bahaya informasi hoaks terkait penanggulangan COVID-19 yang sering beredar di media sosial dan dapat menjerumuskan masyarakat kepada tindak lanjut yang tidak sesuai dengan ilmu kesehatan.

“Hal ringan yang dapat diingat anak saat bersekolah, misalnya selalu membawa tisu, apabila bersin lakukan dengan menutup melalui siku tangan,” tuturnya.

Adapun, kolaborasi SPH dan Siloam Hospitals Group guna mencegah dan mengelola infeksi di masa Pandemi COVID-19 akan ditingkatkan seiring periode adaptasi kebiasaan baru. Dalam kolaborasi tersebut, berbagai hasil akan disampaikan dan sebagai bahan diskusi pada webinar. (mdo)



Apa Pendapatmu?