Alexa Metrics

Kajari Batam Dedie Tri Hariyadi Dipromosi Sebagai Kasubdit di Kejagung RI

Kajari Batam Dedie Tri Hariyadi Dipromosi Sebagai Kasubdit di Kejagung RI AMANAH-Dedie Tri Hariyadi kini menjabat Kepala Subdirektorat Pada Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI. Foto : Ist/Kejagung

indopos.co.id-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam Dedie Tri Hariyadi mendapatkan promosi sebagai Kepala Subdirektorat Pada Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Posisi Kajari Batam akan digantikan oleh Polin Octavianus Sitanggang yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Kepabeanan, Cukai dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksaminasi Jaksa Agung Muda Kejagung RI.

“Saya pamit karena ada posisi baru yang sudah diamanatkan undang-undang. Saya suka tantangan baru. Terima kasih atas kerja sama dengan rekan-rekan,” kata Dedie kepada wartawan, Minggu (2/8/2020)

Sosok Dedie Tri Hariyadi sendiri dikenal luas di Batam karena dia memegang jabatan tertinggi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam selama 21 bulan lebih sejak Oktober 2018.

Di bawah kepemimpinannya, Kejari Batam meraih penghargaan Award dari Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI). Penghargaan tersebut dalam katagori ‘ Jaksa Teladan dan Berani’ dalam pemberantas praktek mafia hukum pada April 2019.

Selama kepemimpinannya, Kejari Batam berhasil mengungkap beberapa kasus besar seperti menangkap pembunuhan yang dilakukan Anggota Polda Kepri AKBP Mindo Tampubolon. Kasus ini menghebohkan Batam karena yang AKBP Mindo membunuh isterinya sendiri lalu buron selama enam tahun sebelum dieksekusi oleh Kejari Batam.

Prestasi Dedie tak hanya ditunjukkan ketika menjabat sebagai Kajari Batam. Mantan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi pernah mengungkap kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon tahun 2009–2012 yang melibatkan Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi dan istrinya Hj. Darini kala bertugas di wilayah Jawa Barat pada 2014.

Kala bertugas di Jambi, dia juga berhasil menangkap buronan (DPO) kasus kredit fiktif senilai Rp10 miliar di BRI Unit Kayu Aro, Edi Warman bin Nasir DPO Kejari Sungai Penuh yang buron sejak 2014.

Didie bersama tim kejaksaan Jambi juga berhasil menangkap Dirut CV Rahmatia bernama Adnan bin Ugut, yang merupakan terpidana kasus korupsi pengadaan dan pemasangan ajir papan pada Dinas Kehutanan, Kabupaten Muaro, Jambi. (mdo)



Apa Pendapatmu?