Alexa Metrics

Kemensos Siap Menyalurkan Bantuan Sosial Tunai Gelombang II

Kemensos Siap Menyalurkan Bantuan Sosial Tunai Gelombang II Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Asep Sasa Purnama, menggelar koordinasi melalui zoom meeting dengan Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai, Selasa (4/8/2020).

indopos.co.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM), Kementerian Sosial (Kemensos) bersiap menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang II. Untuk kelancaran proses penyaluran tersebut, Ditjen PFM berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk proses penyaluran BST tersebut.

Koordinasi Ditjen PFM dengan Dinsos dilakukan melalui zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PFM, Kemensos, Asep Sasa Purnama, Selasa, (4/8/2020)

Adapun jangka waktu BST Gelombang II dilaksanakan mulai Juli sampai dengan Desember 2020. Untuk BST yang dimulai gelombang II, terdapat penyesuaian indeks bantuannya menjadi Rp300 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Untuk gelombang II diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Sesuai pesan pak Menteri agar KPM dapat segera mendapatkan BST. Ditargetkan penyaluran terakhir BST ditargetkan dapat selesai di bulan November,” jelas Asep.

Menurutnya, selama penyaluran BST Gelombang I terdapat beberapa kendala dalam proses penyalurannya. Diantaranya, terdapat penundaan penyaluran BST oleh daerah sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Selain itu, adanya usulan KPM BST yang beririsan dengan KPM Program Sembako atau Progam Keluarga Harapan (PKH).

“Ada juga terkait BST yang beririsan dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Dalam hal ini, penggantian penerima manfaat apabila ganda dengan BLT Dana Desa, maka yang dilakukan penggantian penerima manfaat Dana Desa. Karena proses penggantian penerima manfaat BST harus melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang prosesnya lebih lama dibanding BLT Dana Desa yang dilakukan dengan musyawarah desa/kelurahan,” jelas Asep.

Meskipun demikian, realisasi penyaluran BST Gelombang I sudah hampir memenuhi target. Realisasi BST di wilayah I sudah mencapai 97,98 persen dengan jumlah 3.441.321 KPM.

Sedangkan untuk wilayah II mencapai realisasi tertinggi sebesar 98,62 persen dengan jumlah 2.986.655 KPM, dan untuk Wilayah III mencapai 97,01 persen dengan jumlah 2.385.819 KPM.

Atas realisasi tersebut, Asep mengapresiasi Dinsos Provinsi dan Dinsos Kabupaten/Kota. “Keberhasilan realisasi tersebut tidak terlepas dari dukungan daerah. Sehingga penyaluran BST ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta membantu kebutuhan dasar bagi keluarga fakir miskin dan rentan,” pungkasnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?