Seleksi Hakim Perikanan Mengerucut

indopos.co.id – Panitia seleksi calon hakim ad Hoc perikanan dari Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengerucutkan peserta seleksi menjadi 68 kandidat.

Mereka dinyatakan lulus ujian tertulis dan selanjutnya mereka akan mengikuti profile assessment dan wawancara. Masyarakat diminta memberi masukan kepada panitia jika ada rekam jejak calon hakim perikanan tersebut yang bermasalah.

Baca Juga :

Ketua II Pansel yang juga Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Tb Haeru Rahayu berharap masyarakat memberi berbagai masukan apabila memiliki informasi terkait rekam jejak para kandidat Hakim Ad Hoc Perikanan tersebut.

”Partisipasi masyarakat dalam proses ini akan menjadi salah satu dasar pertimbangan kami dalam proses profile assessment. Tujuannya supaya kami dapat memperoleh Hakim Ad Hoc Perikanan yang profesional dan berintegritas tinggi,” ujar Haeru di Jakarta, Senin (3/8).

Baca Juga :

Haeru juga menjelaskan, profile assessment akan dilakukan lembaga independen sebagai assessor yang telah ditunjuk panitia seleksi. Menurutnya, lembaga independen tersebut yang akan melakukan penelusuran rekam jejak kandidat Hakim Ad Hoc Perikanan, termasuk menelusuri berbagai informasi yang dikirimkan masyarakat.

”Jadi informasi dari masyarakat ini yang akan diolah assessor, dan kemudian hasilnya dalam bentuk rekomendasi akan disampaikan kepada Pansel,” kata Haeru.

Baca Juga :

Dihubungi terpisah, Plt Direktur Penanganan Pelanggaran KKP Dr Drama Panca Putra menjelaskan bahwa penilaian yang dilakukan oleh assessor independen tersebut akan mengacu pada kriteria ideal Hakim Ad Hoc Perikanan yang telah ditetapkan Pansel. Kriteria tersebut diantaranya terkait dengan kejujuran, keadilan, leadership, kemampuan mengambil keputusan, kerja sama dalam tim, profesionalisme, independensi, dan kematangan emosional.

”Karena itu tidak mudah bagi para kandidat untuk dapat lolos berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan tersebut. Dan kami pada prinsipnya mencari kualitas hakim yang ideal. Karena peran Hakim Ad Hoc Perikanan ini sangat krusial untuk kemajuan dunia perikanan Indonesia,” tandas Drama.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil tes tulis yang dirilis KKP, sebanyak 68 kandidat dinyatakan lulus ujian tertulis. Adapun rinciannya, 4 kandidat di Medan, 49 di Jakarta dan 15 kandidat di Makassar.

Pengadilan Perikanan sendiri merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memutus tindak pidana di bidang perikanan. Pengadilan Perikanan telah berdiri di Jakarta Utara, Medan, Pontianak, Bitung, Tual, Tanjung Pinang, Ranai, Ambon, Sorong, dan Merauke. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.