Alexa Metrics

Pemprov Jabar Bolehkan Wilayah Zona Hijau KBM Tatap Muka

Pemprov Jabar Bolehkan Wilayah Zona Hijau KBM Tatap Muka Siswa-siswi di sekolah percontohan Bekasi sudah memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. (Foto: Pemda Bekasi)

indopos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memperbolehkan sekolah yang masuk dalam wilayah zona hijau untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sekolah yang diperbolehkan hanya tingkat SMA/SMK sederajat.

Kepala Seksi Pengawasan KCD Pendidikan Wilayah III Disdik Jawa Barat Awan Suparwan menyampaikan, tahap koordinasi sudah dilakukan oleh seluruh pengawas melalui komunikasi secara daring. Saat ini sedang pembahasan teknis pelaksanaan KBM tatap muka.

Dia menambahkan, di kabupaten Bekasi terdapat 7 kecamatan yang dinyatakan berada di zona hijau. Yakni Kecamatan Bojongmangu, Kecamatan Kedung Waringin, Kecamatan Tambelang, Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Sukakarya, Kecamatan Cabangbungin, dan Kecamatan Muara Gembong.

Menurutnya, infrastruktur dan kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran secara langsung di tengah pandemi menjadi prioritas. Pihak KCD tidak ingin terburu-buru untuk memutuskan kembali aktivitas belajar disejumlah sekolah.

Yang terpenting, lanjutnya, kesehatan dan juga keselamatan siswa serta guru. ”Kami akan mempertimbangkan sekolah yang sudah memenuhi standarisasi protokol kesehatan dan juga langkah teknis yang akan kita buat nanti,” tegasnya.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menambahkan selain 7 kecamatan yang masuk dalam zona hijau, saat ini ada enam kecamatan masuk zona merah yakni Kecamatan Tambun Selatan, Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Cikarang Timur, Kecamatan Babelan, Kecamatan Cibitung, dan Kecamatan Cikarang Barat. Dia menduga, hal itu terjadi karena kepadatan penduduk di wilayah tersebut.

”Mungkin hal itu terjadi karena kepadatan penduduk. Lalu katakteristik mobilitas penduduk yang membuat dari awal sampai sekarang penyebaran COVID-19 masih merebak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Bekasi Samsu menjelaskan, proses belajar tatap muka di sekolah dilakukan secara bergantian setiap harinya. Dalam satu kelas terdapat 18 murid yang melakukan proses belajar secara tatap muka.

”Ada tiga kelas yang diizinkan belajar tatap muka. Kelas VII ada 18 orang, kelas VIII ada 18 orang, dan kelas IX ada 18 orang. Jadi siswa yang belajar setiap harinya berubah,” kata Samsu, Selasa (4/8).

Bagi siswa dan juga siswi yang tidak kebagian melakukan belajar tatap muka, proses belajar tetap dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dirinya menambahkan, pihaknya akan membuatkan jadwal pembelajaran siswa baik itu melalui daring ataupun tatap muka.

”Seperti biasa daring (kalau yang tidak tatap muka). Ada guru yang belajar secara daring juga,” tutur dia. Ada empat sekolah yang jadi role model, yaitu Sekolah Victory Plus, Al-Azhar, SDN Pekayon 6 dan SMPN 2 Kota Bekasi. (dil)



Apa Pendapatmu?