Kader JKN Diperkenalkan dengan ”Chika dan Vika”

indopos.co.id – Pada masa pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat tetap memberikan pelayanan kepada peserta dengan memperhatikan protokol kesehatan dan social distancing. Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga membuat suatu inovasi yang dapat memudahkan peserta, yaitu Chika dan Vika. Hal inilah yang menjadi tambahan informasi bagi para Kader JKN yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat pada saat pertemuan Monitoring dan Evaluasi hari ini.

“Kader JKN merupakan kepanjangan tangan BPJS Kesehatan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada peserta. Melalui mereka, kami dapat menjangkau peserta secara lebih dekat dan lebih mudah. Pada kesempatan kali ini, kami melakukan sosialisasi mengenai Chika dan Vika agar para kader dapat menyampaikan kepada peserta yang ada di wilayah binaan mereka,” tutur Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Novi Adriyani Rosalina pada pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kader JKN di Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020).

Novi menjelaskan, Chika merupakan singkatan dari Chat Assistant JKN dan Vika merupakan singkatan dari Voice Interaktive JKN. Chika merupakan pelayanan informasi dan pengaduan melalui chatting yang direspon artificial intelligence/sistem. Chika dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook Messenger (BPJS Kesehatan), Telegram (BPJSKes_bot) dan Whatsapp (08118750400). Sementara Vika merupakan layanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

”Kader JKN yang bermitra dengan kami sudah cukup dikenal di lingkungan binaan mereka, sehingga pemberian informasi kepada peserta cukup efektif dilakukan. Kami berharap dengan adanya inovasi ini, peserta sudah tidak perlu lagi datang ke kantor kami untuk mendapatkan pelayanan. Sehingga, peserta dapat berdiam diri di rumah dan memenuhi kebutuhan akan pelayanan kami melalui telepon mereka masing-masing,” kata Novi.

Dirinya menunjukkan cara kerja Chika dan Vika serta memberikan contoh langsung kepada para Kader JKN, sehingga para kader dapat mencoba sendiri layanan tersebut. Sehingga, apabila nanti Kader JKN mendapatkan pertanyaan dan melakukan sosialisasi kepada peserta, mereka dapat melakukannya dengan lancar dan tepat.

Kader JKN merupakan mitra BPJS Kesehatan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi langsung pada peserta. BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat sudah bekerja sama dengan Kader JKN sejak April 2017 sampai saat ini. Pada 2020 ini, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat bekerja sama dengan 17 Kader JKN untuk 43 kelurahan yang ada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.

”Kami mengapresiasi kedatangan para Kader JKN yang telah datang dan berpartisipasi pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bulan Agustus 2020. Pada Kesempatan kali ini kami melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 (tentang Jaminan Kesehatan). Edukasi mengenai Perpres ini memang bukan yang pertama kali kami lakukan, namun kami biasa berdiskusi dengan melihat Peraturan Presiden ini sebagai dasarnya. Diskusi ini berkaitan dengan implementasi dan pengalaman para kader di lapangan,” jelas Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan Novi Adriyani Rosalina pada Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kader di Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020).

Novi menegaskan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 merupakan bagian upaya untuk membangun ekosistem JKN yang sehat dan berkesinambungan. Saat ini terjadi kesenjangan antara iuran dengan manfaat yang komprehensif. Sehingga untuk kesinambungan program perlu perbaikan ekosistem dengan mempertimbangkan penguatan JKN sebagai skema asuransi sosial yang bersifat wajib. Manfaat yang dijamin adalah kebutuhan dasar kesehatan dengan kelas rawat inap yang standar sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan pembahasan iuran, manfaat, dan tarif layanan secara konsisten dan reguler.

“Mulai bulan Juli 2020 Peserta PBPU dan Peserta BP kelas III atau pihak lain atas nama Peserta membayar iuran sebesar Rp 25.500,00 perorang perbulan. Selisih iuran sebesar Rp 16.500,00 dibayar oleh pemerintah sebagai bantuan iuran. Hal inilah yang mungkin belum banyak diketahui dan dimengerti oleh peserta secara komprehensif. Oleh karena itu, peran Kader JKN sangatlah penting dalam melakukan edukasi hal ini kepada peserta secara langsung,” tutur Novi.

Novi berharap dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang diberikan kepada Kader JKN yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat dapat memberikan kelancaran dan pemahaman yang komprehensif pada saat kader memberikan penjelasan kepada peserta yang ada di wilayah binaannya.(dni/srv)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.