Alexa Metrics

BNI Sukses Merajai Papan Teratas MLA

BNI Sukses Merajai Papan Teratas MLA Gedung baru BNI (Menara BNI) menjadi ikon baru di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Foto: BNI

indopos.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menduduki peringkat teratas jajaran lembaga keuangan penyedia sindikasi Indonesia. Itu ditegaskan dalam Bloomberg Global Syndicated Loans League Tables untuk kategori Indonesian Borrower Loans per 31 Juli tahun ini. BNI dicatat pada urutan pertama sebagai Mandated Lead Arranger (MLA).

Hingga periode sama, BNI mengantungi volume transaksi kredit sindikasi USD733,36 juta. Itu berarti, BNI menguasai 12,51 persen market share di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, BNI tercatat telah memperoleh peringkat pertama sebagai MLA sebanyak 3 kali.

Pada 2016, BNI memperoleh penghargaan sebagai Syndicated Loan House Of The Year In Indonesia diberikan Asia Pacific Loan Market Association (APLMA). Prestasi BNI sebagai MLA peringkat pertama itu, menunjukkan konsistensi BNI dalam penyaluran kredit berskala besar (dalam bentuk pembiayaan sindikasi).

Itu berdampak terhadap reputasi BNI dalam meningkatkan kepercayaan nasabah maupun banking partners baik di dalam dan luar negeri.

”Peringkat teratas itu, juga menjadikan BNI sebagai referensi dalam pemberian kredit dengan jumlah besar. Menyusul prestasi itu, BNI menjadi pilihan utama dan prioritas sebagai pemberi jasa sindikasi yang memiliki akses luas ke berbagai investor maupun korporasi di Indonesia dan luar negeri melalui kantor-kantor cabang luar negeri (global syndication),” tutur Direktur Bisnis Korporasi BNI Benny Yoslim, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Pada kondisi Pandemi Covid-19, BNI dengan reputasi mentereng tetap berinisiasi menjadi lead dalam penyediaan fasilitas kredit sindikasi. Itu diharap dapat meningkatkan perolehan fee based income (FBI) sebagai salah satu target utama yang dicapai untuk menunjang kinerja keuangan BNI.

Hingga pengujung Desember tahun ini, BNI memiliki pipeline kredit sindikasi dengan fokus pada sektor perindustrian, konstruksi, telekomunikasi dan infrastruktur. (rmn)



Apa Pendapatmu?