Alexa Metrics

LD ke Paris

LD ke Paris

indopos.co.id – Barbie tamat SMA tahun depan. Dia tidak mau kalau tidak melanjutkan sekolah di Paris. Bidang studi yang dipilih  pun harus fashion designer! Mode itulah panggilan jiwa Barbie Aulia sejak masih awal remaja dulu. Di umur 15 Barbie pun sudah menjadi perancang busana. Di usia itu baju batik rancanganyi sudah dipakai Ayu Ting Ting –di sebuah live show di salah satu stasiun televisi nasional.

Like daughter like mother.

Ibunda Barbie juga perancang busana. Bahkan tergolong perancang perintis keberaniannya menabrakkan batik dengan jeans. Berkat terobosannyi batik menjadi lebih hidup di kalangan muda.

Sang ibu bernama…. ups… Anda pasti sudah tahu, Luxie Diandra. Sebenarnya saya tidak tega menyebutnyi ‘ibu’. Luxie Diandra masih seperti remaja. Penampilannyi masih sangat masa kini. Hobinyi pun  mobil sport. Supercar. Hobi barunyi pun keren. Dunia penerbangan.

Luxiediandra adalah nama yang diberikan kepada tas wanita poduksinyi. Itu tas wanita di harga kisaran Rp12 juta. Namanyi sendiri adalah Diandrawati Luxie. Tapi nama ini juga sengaja tidak dia populerkan. Yang sering dia sebut adalah Luxiediandra.  Tapi masih ada nama yang ingin lebih dia populerkan. Pendek saja. LD.

Kalau ada LV (Louis Vuitton) kenapa tidak ada LD. Kalau LV begitu dicinta wanita mengapa pula tidak LD.  Di DI’s Way hari ini saya  menulisnyi ‘ibu’ hanya karena dia memang punya anak putri si Barbie tadi. Dia sudah setuju anaknyi sekolah di Paris tahun depan.

Itulah putri tunggalnyi yang sangat dia banggakan. Sang putri memilih ikut ibu, bukan ikut ayah. Terutama karena dia punya minat yang besar di bidang yang sama, yaitu batik.  “Berarti akan ada yang mewarisi kecintaan saya pada batik,” ujar LD.

Hobi LD di supercar. Kecintaan LD di batik. LD sendiri mewarisi ‘cinta batik’ itu dari sang ayah yang sangat cinta pada budaya Jawa, mulai wayang sampai itu tadi,  batik. Sang ayah meninggal ketika LD baru berumur 19 tahun karena serangan jantung.

Sejak itu LD bertekad harus mandiri. Ibunda LD adalah ibu rumah tangga. LD harus pula memikirkan adik laki-lakinyi. Maka LD mengambil kursus kecantikan agar dia bisa segera buka usaha. LD sendiri sangat cantik, dengan ‘i’ lima.

LD juga sudah punya tabungan. Uang pemberian ayahnyi selalu ditabung. Hasilnya sangat besar. Jumlahnya bisa untuk membeli supercar, Porsche Boxster. Umur 18 tahun, begitu bisa mendapat SIM, LD langsung mengemudikan Porsche Boxster. LD tidak tertarik dengan kebiasaan bapaknyi yang  naik Mercedes-Benz.

“Dulunya saya itu agak tomboy,” ujar LD.

Kalau pun tomboy LD ini tentu tomboy yang unik,  supercar, jeans, dan batik. Lalu ketiga benda itu dia kombinasikan menjadi bisnis.

Tas wanita mahal produksinyi, merk LD, dia hiasi batik. Produk jeans yang dia jual adalah jeans hasil tabrakan dengan batik. Mobil Porsche-nyi yang mahal itu dia cat dengan motif batik.

Batik pula yang membuat LD kenal dengan presenter Alvin Adam. Keduanya sama-sama pecinta batik. Lalu keduanya bikin usaha batik bersama dengan nama Alvin Adam. Tapi LD ingin menjangkau kalangan yang lebih muda. Dia pun berjalan sendiri tanpa Alvin Adam dengan batik LD-nyi.

Tahun depan tidak hanya Barbie yang ke Paris. LD juga ikut. Dia akan membuka outlet LD di Paris. “Saya sudah mendapat lokasinya,” ujar LD.

Apakah lokasi LD di Paris itu akan di sebelah LV?

“Masih rahasia,” katanyi.

Batik, jeans batik, tas wanita berhias batik, akan masuk ke pusat mode dunia. Ups… Tidak hanya itu. LD juga menciptakan berlian LD. Saya tadi pura-pura lupa menyebutkannya. LD juga hobi berlian. Di berlian pun hobi itu dia jadikan bisnis.

Berlian LD adalah berlian yang dikemas agar tidak mahal. Dengan demikian, remaja pun sudah bisa membeli hiasan berlian. Dan juga, agar remaja sudah membiasakan diri berhias berlian. Remaja berberlian akan lebih percaya diri.

LD menciptakan berlian 0,15 karat. Berlian seberat itu sudah bisa untuk liontin atau cincin. Harganya hanya Rp3,5 juta, 70 persen di antaranya emas.  “Selama ini bingkai berlian itu terlalu mewah. Saya membuatnya kekinian,” ujar Luxie, ups, ujar LD.

Ekspansi ke Paris itu mestinya tahun ini. Tapi rencana itu terhalang Covid-19. LD pun karantina. Ia lebih banyak tinggal di Jemursari, Surabaya Selatan. Tapi hanya fisik cantiknyi yang terkurung di rumah. Ide-idenyi jalan terus ke mana-mana. Dan Gara-gara karantina mandiri itu lahirlah ide barunyi, yaitu membeli pesawat. Tidak tanggung-tanggung, dia beli sekaligus 10 buah.  Pesawatnya kecil sekelas Cessna.

Kini LD sedang mengurus semua itu. Dia sekalian sekolah pilot di Juanda, Merpati Flying School. Kalau Covid-19 nanti berlalu, LD sudah bisa mondar-mandir mengemudikan pesawat Cessna-nyi.

“Pesawat-pesawat itu juga akan saya cat batik,” ujar LD.

Diandra Luxie ke Harian Disway News House kemarin. Saya pun mengajaknyi podcast.

Saya tergagap, harus memanggilnyi Bu Luxie atau Nona Luxie. “Saya single parent,” katanyi. (*)



Berita Terkait


Apa Pendapatmu?