Tren Kirim Narkoba lewat Jastip

indopos.co.id – Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan, 71 persen distribusi narkoba selama pandemi COVID-19 menggunakan jasa pengiriman. “Kecil-kecil (kuantitasnya) tapi sering dan banyak. Saya kira kita berikan kesadaran supaya waspada. Modus tradisional dominan menurun. Karena PSBB, diganti dengan jastip,” ucap Heru di Cikarang, Rabu (5/8).

Salah satu modus baru penyelundupan narkoba adalah dimasukkan ke dalam karung jagung. “Kita jadi reference baru ke depan, apakah itu jagung, kedelai, apakah ini komoditas yang tidak kita lihat. Sebelumnya mereka pakai kapal kecing, sekarang menyamarkan dengan jagung,” jelasnya.

Baca Juga :

DPR: Narkoba di Sumut Sudah Mengkhawatirkan

Maksud dia, penyelundupan narkoba pada sindikat antarnegara biasanya melalui jalur laut, yakni dengan kapal kecil. Dengan kata lain, penyelundupan narkoba di jagung ini tak terendus dapat dikirim dengan jalur pengiriman kapal dan darat secara resmi.

Di dalam karung jagung terdapat lempengan metal. Jadi pelaku sindikat narkoba antarnegara ini dapat mengetahui mana karung yang berisi narkoba dengan pendeteksi metal. Aksi mereka terendus aparat keamanan, bermula dari Bangka Belitung, sampai akhirnya terkuat di Gudang Dawai, Sukaresmi, Cikarang Selatan.

“Ini (penangkapan itu) menunjukkan semakin hari semakin akurat dan efektif. Bisa menyasar ke mafia-mafia besar. Ini adalah hal yang penting. Ini modus baru. Biasanya mereka ambil jalur laut. Ini alert buat kita, mau pakai jalur mana saja. Kita ada di mana-mana,” tantangnya.

Sinergitas Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dan Bareskrim Polri, kata dia, sudah terjalin dengan baik. (dam)

Baca Juga :

Ibu Rumah Tangga Dicokok Polisi

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.