Kartu Tani Bisa Dipakai sebagai Asuransi Lahan saat Ada Bencana

indopos.co.id – Bupati Bogor Ade Yasin membagikan sejumlah kartu tani untuk para petani di Desa Sirnarasa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kartu tani tersebut bisa dipakai sebagai asuransi lahan pertanian jika terjadi bencana, seperti kekeringan.

“Jika daerah ini mengalami bencana kekeringan atau bagaimana, nantinya kartu tani ini akan mengganti kerugian sebesar Rp6 juta perhektare. Mudah-mudahan ke depan kita diberikan kelancaran dan keberkahan,” ujar Ade Yasin, Rabu (5/8).

Baca Juga :

Kasus Covid di Bekasi dan Bogor Menurun

Menurutnya, kartu tani tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap petani. Dirinya tidak ingin peristiwa gagal panen kembali terjadi, seperti yang menimpa para petani di wilayah barat Kabupaten Bogor pada awal tahun. Lantaran ditimpa bencana banjir dan longsor.

“Kita harus belajar dari kejadian pada awal 2020 lalu. Dimana para petani merugi dan kehilangan lahannya. Maka dari itu, dengan kartu tani kami hadir untuk membantu meng-cover masyarakat dari segala kemungkinan. Jadi ada jaminan dari kami sebagai pemerintah. Kita kan tidak tahu kalau terjadi bencana,” paparnya.

Baca Juga :

Kartu tani itu juga, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi penyemangat untuk para petani. Pasalnya, para petani yang memegang kartu asuransi tersebut, dapat memperoleh bantuan, berupa bibit, pupuk, hingga produk bahan pertanian lainnya.

Ade Yasin menyebutkan, Kabupaten Bogor memiliki lahan sawah seluas 46.559 hektare, dengan luas panen 81.660 hektare. Menurutnya, dari luas lahan tersebut, Kabupaten Bogor memiliki rata-rata produksi padi 509.119 ton pada Tahun 2019.

Baca Juga :

Bogor Siapkan Dua Skenario Lawan Covid 19

“Ke depan kita akan terus meningkatkan produktivitas dan nilai tambah tanaman pangan,” janjinya. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.