Alexa Metrics

Jelang Leg Kedua Liga Champions, Barcelona Keder Hadapi Napoli

Jelang Leg Kedua Liga Champions, Barcelona Keder Hadapi Napoli

indopos.co.id – Barcelona kembali berduel dengan Napoli dalam leg kedua Liga Champions pada Minggu (9/8). Dua klub Italia lainnya sudah berduel dengan melawan tim Spanyol dini hari tadi. Keduanya adalah Sevilla vs AS Roma dan Inter yang menjamu Getafe.

‘’Pertandingan ini menjadi bukti bukti konkret penampilan tim sepanjang tahun,’’ ucap kapten Barcelona, Lionel Messi beberapa saat setelah Barcelona tersungkur dari Osasuna akhir bulan lalu.

Messi lantas meneruskan kekesalannya. Barcelona hanya tampil seadanya. Kalau bermain seperti melawan Osasuna itu, Barca praktis kehilangan kans di Liga Champions. ‘’Barca butuh istirahat. Biarlah angin segar itu masuk. Biarlah enerjinya mencuci otak kita dan membuang semua yang tidak bagus sejak Desember lalu. Kalau bermain seperti itu kita diinjak-injak Napoli,’’ sebut Messi, juga kapten timnas Argentina.

Messi memang jarang memberikan komentar. Namun, ketika dia bicara, orang mendengar. Teman-temannya patuh. Barcelona memang tampil di bawah form pada 2020. Setelah lockdown, seteru abadinya Real Madrid langsung tancap gas karena tidak kehilangan angka hingga juara masuk dalam dekapan.  Barcelona malahan belum mampu move on. Mereka tampil inkonsisten.

Barcelona musim ini tidak jauh beda dengan Barcelona pada 2008. Total poin musim 2019-2020 sama dengan 2008 sebelum akhirnya diambil alih Pep Guardiola. Barcelona justru rusak oleh drama di belakang layar, mulai dari perubahan manajerial, pertengkaran publik antara direktur olahraga Eric Abidal dan Messi, hingga saga transfer aneh dengan Juventus.

Saga transfer aneh itu terjadi karena Barcelona melakukan tukar gulung dengan Juventus. Playmaker Juventus Miralem Pjanic diambil Barcelona. Juve mendapatkan Arthur Mello plus tambahan uang 10 juta pounds. Padahal, Pjanic sudah 30 tahun. Arthur malah sedang segar-segarnya. Usianya baru 23. Banyak yang mengatakan, saga transfer seperti itu praktis tidak masuk akal. Pelatih Quique Setien bahkan mengatakan, ia tak punya kuasa di ruangan ganti. Ruangan itu milik pemai senior.

Ia juga tidak bisa memaksakan gayanya di Barcelona. Dia hanya mengatakan, semua pemain terbaik Barcelona mulai dari Gerard Pique, Sergio Busquets, Luis Suarez, dan Lionel Messi semuanya sudah di atas 30 tahun. Rekrutan baru yang masuk belum mampu memenuhi standar para pemain senior itu.

Pernyataan Setien itu setidaknya menyibak fenomena internal yang terjadi di Barcelona. Karena itu, Napoli semestinya bisa memanfaatkan keadaan itu. Setidaknya, Napoli tidak boleh membiarkan Barcelona melampiaskan dendamnya setelah gagal di La Liga.

Pelatih Napoli Gennaro Gattuso mengatakan, jika diibaratkan dengan binatang buas, Barcelona tetap macan. Klub Catalan itu akan melahap siapa saja yang dianggap merintangi langkahnya. ‘’Barcelona sudah memiliki segudang pengalaman di berbagai pentas internasional. Mereka punya pemain Lionel Messi. Ia menjadi salah satu pemain terbaik dunia saat ini,’’ ucap Gattuso yang kerap dipanggil dengan sebutan Rino. (*)



Apa Pendapatmu?