Jadi Pembicara Program Kemitraan Masyarakat, DD Waspada Ajak Masyarakat Medan Gencarkan Budikdamber

indopos.co.id  – Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang semestinya dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran penting bagi kehidupan suatu bangsa. Saat ini, krisis pangan menjadi problematika baru di Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19. Banyak upaya dilakukan berbagai pihak guna mengantisipasinya. Salah satunya adalah yang bergulir di Kota Medan. Untuk newujudkan ketahanan pangan masyarakat Kota Medan, Dosen FMIPA UNIMED dengan mengundang Dompet Dhuafa Waspada, menggelar Program Kemitraan masyarakat dengan menggelar pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) yang diselenggarakan di Lingkungan 3 Kelurahan Tegal Sari, Medan, pada Selasa (4/8/2020).

Ketua Pelaksana Kegitan Program Kemitraan Masyarakat, Dr. Arnita M.Si menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan berkecukupan di tengah pandemi. Menurut Arnita, dengan langkah tersebut, tentunya akan memenuhi kebutuhan sayur dan ikan di lingkungan yang sempit.

Baca Juga :

Adanya gelaran tersebut juga bagian upaya untuk menjaga ketahanan pangan para mustahik atau masyarakat pra sejahtera, di tengah menurunnya stabilitas ekonomi akibat Covid-19. Sehingga mereka dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Dengan kegiatan Budikdamber diharapakan bisa menjadi ilmu dan bekal untuk dipraktekkan sebagai langkah meningkatkan ketahan pangan. Walaupun dalam kondisi lingkungan yang sempit, hal tersebut bisa juga menjadi opsi wirausaha bagi masyarakat setempat,” tambah Arnita.

Baca Juga :

Cara budidaya termasuk mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan dilakukan oleh setiap keluarga. Secara aplikasi atau penerapan dalam perawatan, juga tidak membutuhkan keahlian khusus dan minim biaya pembuatannya. Dompet Dhuafa Waspada telah menerapkan program Budikdamber di lingkungan masyarakat Medan, agar mendapat manfaatnya.hasil dari program Budikdamber tanaman seperti kangkung sudah bisa dipanen dan dinikmati hasilnya saat usia 14 hari dan ikan dapat dipanen setelah 2 bulan.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada sekaligus narasumber Budikdamber, Sulaiman menjelaskan, Program Budikdamber untuk menjaga ketersediaan atas kebutuhan konsumsi protein keluarga kelas menengah adalah dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah/hunian. Terlebih di masa pandemi Covid-19, keluarga pra sejahtera jangan sampai lepas perhatian gizinya.

Dompet Dhuafa telah menyadari hal tersebut dan mencoba meramu solusi preventif, agar ketahanan pangan bisa ditekan. Langkah preventif tersebut hadir dalam bentuk Ketahanan Pangan Keluarga. Sebuah pelatihan ketahanan pangan yang memanfaatkan lahan kecil di rumah untuk memasok nutrisi harian secara mandiri. Program tersebut mampu mengedukasi dan menjangkau masyarakat terdampak wabah Covid-19. Sehingga terus bergulir hingga saat ini. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.