Alexa Metrics

KSDI Kolaborasikan Pemerataan Teknologi ke Desa

KSDI Kolaborasikan Pemerataan Teknologi ke Desa Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko (tengah depan).

indopos.co.id – Koneksi internet hingga ke desa-desa makin menemukan relevansinya di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Keresahan masyarakat atas masalah kuota internet atau ketersambungannya hingga ke desa harus diadvokasi dan dibenahi.

“Insya Allah segera kita jawab. Ini adalah program yang sudah kita rencanakan lama dan mudah-mudahan bisa mengatasi persoalan pendidikan, ketiadaan akses internet, kemudian juga layanan-layanan aplikasi yang berkaitan dengan kebutuhan rakyat di bawah,” ujar Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia ini juga mengakui, proses belajar dan tatap muka online saat ini bukan lagi sebuah dunia maya belaka. Namun sudah menjadi sebuah dunia nyata.

Oleh karenanya, dengan sumber daya dan teknologi yang dimiliki, KSDI, ujar Budiman, kedepannya harus mampu memajukan kekuatan teknologi dan kekuatan rakyat dengan kekuatan kewirausahaan.

“KSDI sebagai koperasi yang berkaitan dengan desa ibarat seperti alat penyedot, dia bisa masuk ke lubang-lubang yang paling kecil. Kami optimis, kolaborasi teknologi dan digital ini akan menjadi sebuah pintu kita bersama, bukan hanya mencapai masyarakat adil dan makmur tapi juga masyarakat yang sehat jasmani dan rohani,” jelas Budiman.

Dan sebagai langkah konkritnya, koperasi yang diawasinya ini pun baru baru saja menggelar pelatihan daring (online) untuk menjawab tantangan tadi, yaitu dengan sebuah program kolaborasi antara koperasi dan teknologi.

Untuk diketahui, fakta bahwa mayoritas masyarakat saat ini mengalami masalah terkait penyediaan kuota internet Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring (dalam jaringan) bukan isapan jempol belaka.

Sudah banyak kisah perjuangan anak dan orangtua mencari rupiah guna membeli kuota internet agar bisa belajar secara daring. (mdo)



Apa Pendapatmu?