Alexa Metrics

Kemarau 3 Bulan, Ancam 2 Ribu Hektare Sawah di Banten

Kemarau 3 Bulan, Ancam 2 Ribu Hektare Sawah di Banten Sawah milik petani yang mulai mengalami kekeringan di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. (Foto: ANTARA/Mansur suryana)

indopos.co.id – Memasuki awal Agustus, seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten memasuki musim kemarau. prediksi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Wilayah II Serang, musim kemarau di provinsi yang dipimpin Wahidin Halim itu akan berakhir pada September mendatang.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah II Sutiyono mengatakan secara umum wilayah Banten sudah memasuki awal musim kemarau pada dasarian ke III pada Juli lalu. Terkecuali sebagian wilayah Pandeglang dan Lebak bagian barat .

”Untuk wilayah Kota Tangerang Selatan sudah masuk musim kemarau,” katanya saat dihubungi INDOPOS, Rabu (5/8). Kata Sutiyono juga, untuk wilayah Pandeglang musim kemarau dasarian II terjadi pada 11 Juli lalu, sementara Lebak masuk musim kemarau dasarian I pada 1 Agustus.

”Kemarau tahun ini tidak terlalu panjang karena dipengaruhi oleh lanina,” ujarnya. BMKG memprediksi musim kemarau di Banten selama tiga bulan. ”Puncak musim kemarau di Banten itu akan terjadi pada September dan Oktober. Jadi pada September-Oktober nanti sudah mulai ada hujan di wilayah Banten,” ungkapnya juga.

Musim kemarau selama tiga bulan lamanya tersebut, akan berdampak terhadap ketersediaan pangan seperti beras di Banten. Sehari sebelumnya, diberitakan INDOPOS tedapat area persawahan di Kabupaten Lebak yang mengalami kekeringan.

  Kepala UPTD Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (BPTPHP) Dinas Pertanian Banten Luki Saptaji mengatakan akibat musim kemarau sekitar 2000 hektare lahan pertanian sawah di Banten terancam kekeringan.

”Kami sedang mengidentifikasi daerah-daerah yang masuk rawan kekeringan. Pada umumnya di daerah tersebut pertanaman khususnya padi sedang dan sudah memasuki masa panen. Sehingga tetap padi bisa terselamatkan,” katanya kepada INDOPOS, Rabu (5/8).

Untuk mengatasi kekeringan itu, pihaknya memberikan pinjaman berupa pompa air kepada para petani yang ada di Tangerang, Pandeglang, Serang dan Lebak. ”Selama ada sumber air yang bisa disedot kita siapkan pompa dengan cara pinjam pakai. Kita punya sekitar 70 unit pompa dan sudah dipinjamkan 20 unit,” ujarnya juga.

Kata dia juga, jika musim hujan datang pada Oktober nanti, petani bisa melalukan panen pada Maret 2021 mendatang. ”Betul, prediksi seperti itu sehingga Musim Tanam (MT) Oktober-Maret sudah bisa ditanam,” tugasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Banten Aam Muawanah mengaku ketersediaan pangan di Banten mencukupi sampai Oktober 2020. ”Data kami masih aman-aman saja. Ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan, Prognosa sampai Oktober aman. Untuk November dan Desember masih kami hitung,” katanya kepada INDOPOS. (lib)



Apa Pendapatmu?