Alexa Metrics

ASN di Sleman Wajib Menjadi Teladan Protokol COVID-19

ASN di Sleman Wajib Menjadi Teladan Protokol COVID-19 ASN Kabupaten Sleman yang sempat berkunjung ke swalayan Indogrosir Sleman mengikuti Rapid Test Covid-19. Foto: ANTARA/ HO-Humas Pemkab Sleman.

indopos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mewajibkan pegawai menjadi teladan penerapan protokol kesehatan. Itu penting sebagai contoh kepada masyarakat luas. Maklum, terjadi lonjakan signifikan kasus Covid-19.

Untuk kepentingan itu, Pemkab Sleman, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 443/ 01807 tentang Keteladanan Pegawai Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

”Perkembangan terakhir positif Covid-19 Kabupaten Sleman menanjak tajam. Itu berdasar hasil uji laboratorium pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2020,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, di Sleman, Rabu (5/8).

Menurut Kiswaya, kondisi itu tidak lepas dari peningkatan intensitas dan perluasan langkah penelusuran (tracing) untuk memutus penularan Covid-19. ”Butuh perhatian seluruh elemen birokrasi dan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Berpijak atas dasar itu, Pemkab Sleman meluncukan SE Nomor 443/01807 tentang Keteladanan Pegawai Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. ”Penyebaran Covid-19 sangat bergantung pada kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ucapnya.

Harda mengharap kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMD, camat, kepala desa, Kepala UPT, kepala sekolah, seluruh pegawai lingkungan Pemkab Sleman menjadi teladan penggunaan masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

”Seluruh pegawai wajib mengenakan masker selama bekerja atau berada di dalam ruang kerja/kantor,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat pengguna layanan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. ”Instansi penyelenggara pelayanan publik mempublikasikan kewajiban tersebut. Salah satunya memasang tulisan Area Wajib Masker pada titik-titik terdepan lokasi pelayanan. Petugas pelayanan, menolak pengguna layanan tidak bermasker,” ulasnya.

Melalui usaha dan keteladanan bersungguh-sungguh seluruh jajaran birokrasi, diharap dapat menekan penyebaran Covid-19. ”Ini sebagai upaya membendung potensi kemunculan kluster perkantoran di Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi menyebut berdasar uji laboratorium, lonjakan kasus postif terjadi pada 1 Agustus. Kala itu, ada 40 pasien positif, sembuh dua orang. Pada 31 Juli ada 28 kasus, sembuh empat orang.

Beberapa hari terakhir, kasus positif Covid-19 mulai melandai. Pada 2 Agustus ada 13 kasus positif dan satu orang sembuh. Pada 3 Agustus ada dua kasus positif dan satu orang sembuh. ”Pada 4 Agustus ada tiga kasus positif dan dua orang sembuh,” tegasnya. (ant)



Apa Pendapatmu?