Alexa Metrics

Holding Perkebunan Fokus Dua Komoditas Utama

Holding Perkebunan Fokus Dua Komoditas Utama ekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Muara Sabak Barat, Tajungjabung Timur, Jambi, Jumat (10/7). (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan/pras)

indopos.co.id – Holding Perkebunan Nusantara akan berfokus pada dua komoditas utama. Induk usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) itu, fokus mengembangankan sawit dan gula. Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga kemandirian pangan nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani menjelaskan perseroan memiliki strategi untuk memperkuat komoditas gula dan sawit. Caranya, dengan mengurangi areal lahan perkebunan tanaman lainnya, yakni karet dan teh.

”Jadi, akan kami kurangi (lahan) untuk karet dan teh. Selanjutnya, kami perbanyak areal lahan gula dan kelapa sawit. Itu bagian dari peran PTPN sebagai BUMN mendukung kemandirian nasional,” tutur Abdul Ghani, di Jakarta, Rabu (5/8).

Ghani menjelaskan perseroan akan memperkuat komoditas gula dengan cara memperluas areal tanaman tebu dari sekitar 56 ribu hektare (ha) menjadi sekitar 80 ribu ha. Perluasan itu, salah satunya dilakukan dengan mengonversi lahan karet milik lahan anak perusahaan. Lalu, bersinergi dengan perusahaan BUMN lain seperti Perum Perhutani.

Menurut Ghani, keputusan perseroan untuk mengurangi lahan perkebunan karet dan teh berdasar kebutuhan gula nasional semakin meningkat. Pemenuhan produksi gula dari dalam negeri melalui perluasan areal tanaman tebu dinilai mampu mengurangi ketergantungan negara terhadap impor gula.

Tahun lalu, PTPN mencatat kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 6 juta ton. Itu terdiri dari 3 juta ton gula konsumsi rumah tangga. Selanjutnya, 3 juta ton untuk industri makanan dan minuman (Mamin). Sementara itu, produksi gula dalam negeri baru mencapai 2,2 juta ton. Artinya, ada defisit guna sebanyak 3,8 juta ton.

Di sisi lain, kontribusi tanaman perkebunan lain dalam kemandirian pangan, seperti karet dan teh dapat disubstitusi komoditas lain. Karet banyak bermanfaat untuk ekspor, tetapi kalau berkaitan dengan pemenuhan ketahanan nasional, bisa digantikan dengan tanaman lain. ”Selanjutnya, PTPN akan fokus pada dua komoditas utama, yaitu gula dan sawit,” beber Ghani.

Ghani menambahkan PTPN Grup menargetkan produksi gula konsumsi tahun ini 1 juta ton dengan tingkat rendemen sekitar 8 persen. Produksi itu bersumber dari areal tanaman tebu milik PTPN yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV. Lalu, milik petani tahun ini sekitar 168 ribu ha, dan diproyeksikan mampu menghasilkan tebu untuk digiling 12,2 juta ton. (ant)



Apa Pendapatmu?