Alexa Metrics

Era Digital, Padepokan Perlu Ajarkan Ketrampilan

Era Digital, Padepokan Perlu Ajarkan Ketrampilan Murid Padepokan Sangkuraga yang terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tampak sedang berlatih silat.

indopos.co.id – Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Judi Wahjudin mengatakan, padepokan berperan dalam membangun karakter bangsa. Masyarakat yang belajar di padepokan, umumnya selain ditempa, sabar dan toleransi, beladiri, ada juga olah pikir. Namun di lembaga non-formal tersebut, perlu juga ditambah dengan ketrampilan.

Saat ditanya apakah perlu ada standarisasi dari padepokan? Judi mengatakan, kalau pendidikan formal kita bicara standarisasi dan sertifikasi.

“Apakah mereka mau mengikuti. Kita jangan memaksa mereka. Namun kalau mereka berkenan kita duduk bersama dan dampingi. Jadi yang harus berkeinginan dari padepokan,” jelasnya, saat ditemui, di Padepokan Sangkuraga, Kamis malam (6/8/2020)

Sementara itu, Padepokan Sangkuraga yang terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang didirikan oleh Saepul Milah atau akrab disapa Kang Muh, mengatakan pihaknya saat ini sedang bangun asrama. Untuk membentuk karakter.

“Kita ajarkan juga ilmu pengetahuan.
Bahasa asing, informasi teknologi dan komputer. Padepokan zaman sekarang harus bagaimana. Menciptakan manusia yang berakhlak,” ujar Kang Muh.

Dia menambahkan, di padepokan mendidik bukan hanya ilmu gaib saja. Namun juga ilmu batin. Untuk menekan supaya tidak berbuat yang dilarang.

“Ilmu padepokan, saling menyayangi. Cinta kepada Tuhan. Kalau sudah cinta sama Tuhannya, akan cinta kepada keluarga dan masyarakat sekitar,” jelas Kang Muh.

Dia menambahkan, padepokan, dari segi pendidikan dirangkul oleh pemerintah ntuk pendidikan formal.

“Dukungannya seperti apa. Kita diperhatikan, silaturahmi. Buat kami yang di bawah itu sudah cukup” pungkasnya.

Sementara itu, Padepokan Sangkuraga mengajarkan seni bela diri (Silat) yang akurat. Beladiri yangdiajarkan merupakan gabungan dari silat Cimande, Menpo Cikalong, Singo Demak, Silektuo Sumatra, Karateka, Boxer, Kung Fu, Taekwondo, Muang Thai dan Tinju. Seni bela diri yang di terapkan di padepokan adalah seni bela diri yang selama ini Kang Muh pelajari dari sejak umur 19 tahun.

Padepokan Sangkuraga memberikan pola latihan dua versi, yaitu materi pelatihan yang berbeda dengan silat lainnya. Pencak silat ini sangat agresif, sangat cocok untuk di lapangan.

“Kami menyediakan dua versi, untuk di arena dan di luar arena di lapangan. Bagi yang ingin belajar silahkan datang langsung mulai dari SD, SMP, SMA, mahasiswa, dewasa, tua ataupun muda. Kami siap untuk berbagi ilmu yang kami punya,” ujarnya.

Sementara itu, Ifan, Warga asal Bandung, Jawa Barat, sudah mondok d Padepokan Sangkuraga, Kuningan, Jawa Barat, sekitar sebulan.

“Saya tahu padepokan ini dari youtube. Di sini selain belajar saya juga kerja, bantu-bantu,” ujarnya.

Selama mondok, Ifan mengaku belajar silat dan ngaji. Bersama kawannya di padepokan, Ifan mengaku masih terus belajar.

“Saya baru latihan silat. Masih belajar yang dasar-dasarnya saat ini,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?