Alexa Metrics

Kanwil ATR/BPN Banten Peduli Warga di Tengah Pandemi

Kanwil ATR/BPN Banten Peduli Warga di Tengah Pandemi Kakanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng saat meninjau perkebunan pepaya binaan BPN Banten di Kabupaten Lebak, Kamis (6/8). (Foto: yasril chaniago/INDOPOS)

indopos.co.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria, Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Banten mendukung upaya ketahanan pangan dengan mengubah lahan kurang produktif jadi lahan perkebunan pepaya california atau papaya calina. Proyek  membantu warga di tengah pandemi COVID-19 itu berlokasi di Kampung Pasir Makam, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

Selain menanam papaya, di lahan milik aset desa seluas 8 ribu meter persegi itu juga ditanami berbagai tanaman tumpang sari, seperti terong, cabe merah, dan cabe rawit. ”Saya berharap perkebunan pepaya ini bermanfaat untuk warga di tengah pandemi corona. Kami mendukung ketahanan pangan masyarakat terdampak COVID 19 dengan pola padat karya melalui program BPN Peduli,” terang Kakanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng saat meninjau perkebunan papaya yang dikelola Kelompok Tani Berkah itu, Kamis (6/8)

Dia berharap perkebunan pepaya calina yang diinisiasi BPN Banten ini dapat menjadi legacy dan program bergulir. Pada ujungnya nanti dapat mensejahterkan kehidupan petani dan masyarakat. ”Mudah-mudahan saat panen perdana nanti pak Menteri bisa hadir kesini,” ujarnya didampingi Antoni, Kabid Penataan Pertanahan Kanwi BPN Banten.

Sementara itu, Samsudin, ketua Kelompok Tani Berkah mengatakan inovasi bercocok tanam pepaya california ini dapat mengangkat perekonomian anggota kelompok tani yang dipimpinnya.  Termasuk masyarakat sekitar karena menjadi daya tarik petani lain untuk ikut menjadi petani pepaya california.

Menurutnya juga, selain menanam papaya pihaknya juga menanam berbagai tanaman tumpang sari di lahan tersebut. ”Sistem tumpang sari keuntunganya bisa panen pepaya serta panen tanaman lainnya,” cetusnya. Dia juga mengaku berterimakasih kepada BPN Banten yang peduli terhadap nasib petani di tengah Pandemi COVID-19.

Lantaran para pekerja di lahan perkebunan pepaya itu kebanyakan korban PHK akibat wabah corona. ”Program BPN Banten peduli ini sangat membantu warga kami yang menjadi korban PHK. Mereka bisa bekerja menjadi petani dengan upah yang layak. Selain itu, mereka juga dapat ilmu untuk cara bertani,” kata Samsudin juga.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar juga berterima kasih terhadap jajaran Kanwil BPN Banten yang telah membantu warganya yang terdampak COVID-19 dengan bantuan dana segar untuk bercocok tanam pepaya guna mendukung ketahan pangan dan memimalisir angka pengangguran.

”Apa yang dilakukan oleh BPN Banten ini selaras dengan progam Bupati Lebak dalam mendukung ketahanan  pangan di tengah Pandemi COVID 19,” ujar Rahmat kepada INDOPOS, Kamis (6/8). Dia berharap, program BPN Banten Peduli ini dapat menjadi contoh buat institusi lain dalam mendukung ketahanan pangan.

”Caranya itu, memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif,” paparnya juga. Rahmat juga mengaku siap mendampingi pentani agar bisa bercocok tanam yang baik, mulai proses penanaman, pemupukan, hingga panen. ”Kita siap kerahkan PPL (penyuluh pertanian lapangan) agar hasil panen sesuai harapan,” tukasnya. (yas)



Apa Pendapatmu?