Alexa Metrics

BPN Lebak Bayarkan UGR Tol Serpan

BPN Lebak Bayarkan UGR Tol Serpan Proyek Tol Serang-Panimbang. (Foto: bantenraya.com)

indopos.co.id – Guna mendukung percepatan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol Serang-Panimbang (Serpan), Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lebak kembali melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada warga yang tanahnya terdampak proyek tol yang melintasi empat kecamatan di Kabupaten Lebak tersebut.

Kepala BPN Lebak Agus Sutrisno didampingi  Kasubag TU Heru Herlambang mengatakan pihaknya fokus membebaskan lahan proyek tol yang melintasi kecamatan Cibadak, Cikulur, Cileles, dan Banjarsari, agar pembangunannya cepat selesai.

Apalagi, tol Serpan menghubungkan tol Tangerang-Merak dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai rencana. ”Kami ingin agar PSN tol antara Tangerang-Merak hingga KEK Tanjung Lesung pembangunannya sesuai rencana ,” terangnya kepada INDOPOS, Kamis (6/8).

Mantan Kepala BPN Pandeglang ini juga menjelaskan, kendati tidak menemui kendala berarti namun bukan berarti pembebasan lahan berjalan mulus. Pasalnya, di lapangan masih terjadi beberapa persengketaan kepemilikan lahan, termasuk persengketaan masyarakat dengan PTPN VIII di Kecamatan Cileles.

Meski begitu, Agus mengaku sengketa lahan itu tidak jadi hambatan, karena undang-undang pembayaran ganti rugi lahan bisa melalui konsinyasi. Yakni, menitipkan uang ganti rugi melalui pengadilan negeri (PN) setempat. Dana ganti rugi itu dapat diambil setelah adanya kekuatan hukum tetap pemilik sebenarnya sesuai keputusan pengadilan. ”Sesuai penugasan dan arahan Kanwil BPN Banten, kami mempercapat pembayaran ganti rugi lahan tol Serpan,” ujar Agus lagi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Lebak Affan Hilman Sutarto mengatakan, pihaknya sudah berulangkali melakukan pembayaran UGR untuk proyek tol Serpan. ”Hari ini kami bayarkan ganti rugi lahan untuk 26 bidang tanah, dari 33 bidang yang direncanakan. Nilainya Rp10 miliar lebih,” terangnya.

Affan juga menjelaskan, letak bidang tanah yang dibayarkan uang ganti rugi tersebar di Desa Kadu Agung, Kecamatan Cibadak, Desa Cipadang, Desa Gemuruh (Kecamatan Cilees). Lalu, Desa Kumpay dan Desa Gunung Sari, masuk Kecamatan Banjarsari, dan Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur.

Menariknya, pembayaran ganti rugi lahan warga yang digelar di Gedung PGRI Kabupaten Lebak itu dilakukan secara bergilir dengan mengatur jarak waktu pembayaran berbeda tapi pada hari yang sama. Sehingga tidak terjadi kerumunan, dan tetap menjaga jarak. Warga penerima UGR dan petugas juga menggunakan masker.

”Kita sengaja mengatur jarak waktu penerima uang ganti rugi di hari yang sama untuk menghindari kerumunan warga,” terang Affan juga.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang (Serpan) sepanjang 83,677 kilometer (km) melintasi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Tol itu akan terintegrasi dengan tol Tangerang-Merak. Rencananya, pada 2021 nanti tol ini sebagian sudah dapat difungsikan. (yas)



Apa Pendapatmu?