Alexa Metrics

Maunya Sarri Juventus ke Lisbon

Maunya Sarri Juventus ke Lisbon Cristiano Ronaldo.

indopos.co.id – Mereka itu harimau. Instingnya tetap sama dan konsisten.  Liar dan buas. Itulah ungkapan pelatih Olympique Lyonnais Rudi Garcia soal ‘’sejawatnya’’ Maurizio Sarri dengan Juventusnya.  Setelah lima bulan ‘’pisah’’ gara-gara Covid-19, keduanya bertemu lagi. Pekerjaan Garcia sedikit lebih enteng ketimbang Sarri. Garcia unggul 1-0 di leg pertama.  Tinggal kini Sarri yang harus putar otak di Allianz Stadium dini hari nanti. Ia harus mengembalikkan defisit timnya. Juve harus lolos. Kalau gagal, bisa-bisa Sarri yang disepak Nyonya Tua.

Tatkala tiba di Turin, Garcia memilih jadi tamu yang santun. Bicaranya tidak meledak-ledak. Mantan pelatih AS Roma ini bahkan memuji-muji lawannya. Kepada La Gazzeta dello Sport, misalnya, Rudi Garcia mengatakan, Juventus masih yang terbaik. ‘’Saya sudah melihat dengan cermat pertandingan mereka. Orang bilang mereka bermain buruk. Juve memenangkan liga dalam 36 pertandingan lho,’’ katanya.

Kalah dalam pertandingan melawan Cagliari dan Roma tak jadi soal. Itu bukan laga yang menentukan. Juventus tentu langsung memindahkan proyeksi ke objek lain setelah juara berada dalam genggaman. ’’Juventus itu tim terkuat di Italia dalam sembilan tahun terakhir. Tidak ada lagi yang harus dikatakan soal mereka. Semua orang sudah tahu,’’ kata Garcia.

Di luar itu, katanya, Juventus punya DNA juara. Setiap pelatih yang datang harus bisa mengembangkannya. Sarri datang dan melakukannya.  Menurut Garcia, Ligue 1 kelewat cepat menghentikan sepak bola Prancis. Ia khawatir  iklim kompetisinya meredup. Finishing touch-nya bisa raib. ‘’Semoga ini tidak terjadi di tim saya,’’ ucap Garcia soal timnya.

Mantan pelatih Roma itu mengklaim Ligue 1 “terlalu cepat” menghentikan sepakbola di Prancis. Ia khawatir penghentian itu akan membuat membuat Ligue1 “lebih lemah”.  Sebab, setelah itu, tempat-tempat lain memulai lagi sepa bolanya, Prancis tidak.  Liga dan UEFA seharusnya berbagi lebih banyak informasi. Klub-klub akhirnya kehilangan jutaan euro. Semua sekarat, kecuali PSG. ‘’Begitu pasar dibuka kembali, kami kehilangan banyak pemain,’’ papar Garcia.

Meski pasukannya memimpin 1-0 atas Juventus di leg pertama, semua tetap memiliki peluang yang sama. Lalu siapakah yang nantinya berpeluang lebih besar memenangkan pertandingan? Biarkan mekanisme pertandingan yang menentukan siapakah yang berhak bertandang ke Lisbon, Portugal, pekan depan. ‘’Semestinya kami yang dapatkan tiket ke Lisbon,’’ ucap Maurizio Sarri.

Sementara itu, penjaga gawang Juventus Wojciech Szczesny telah mengingatkan rival Juventus di Liga Champions bahwa Cristiano Ronaldo siap menjadi berita utama sekali lagi di kompetisi elit Eropa.  Dan Szczesny yakin Ronaldo dapat membuat perbedaan sekali lagi untuk Juventus menyusul kepahlawanan hat-tricknya melawan Atletico Madrid di Liga Champions tahun lalu.

Melihat rekor pertemuan dengan Lyon, Szczesny mengatakan kepada Tuttosport.  “ Saya melihat tim siap. Ada atmosfir yang mirip dengan tahun lalu sebelum pertandingan melawan Atletico Madrid.  “Kita bisa melakukannya lagi tahun ini. Lagi-lagi hat-trick Ronaldo? Tak seorang pun di dunia yang meragukan Cristiano bisa melakukannya lagi.  “ Seperti biasa pada saat-saat yang menentukan dia membuat perbedaan, dia siap untuk menampilkan keajaiban lainnya.

Ia mengatakan Juventus bermain untuk tujuan penting. Semua pemain Juventus konsentrasi penuh. “Lyon tampak bugar secara fisik. Mereka juga tampak siap bermain. Kita akan lihat siapa yang akan mencapai perempat final.”

Meskipun memenangkan gelar Serie A lainnya, ini adalah musim yang beragam bagi tim Maurizio Sarri di Italia setelah mereka kehilangan Coppa Italia dan belum meyakinkan di Liga Champions. Sarri dan Juventus akan sangat putus asa untuk mengakhiri musim dengan sangat baik dengan mengangkat gelar Liga Champions pertama mereka sejak 1996. Jika Juventus mengalahkan Lyon di Turin, mereka akan bertemu dengan Real Madrid atau Manchester City di perempat final satu kali di Lisbon.

Felix Zwayer, Pengadil di Allianz

Wasit Jerman Felix Zwayer akan memimpin penentuan babak 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Olympique Lyonnais. Leg pertama berakhir 1-0 untuk Lyon di Prancis pada Februari dan pertandingan kedua berlangsung tertutup di Turin pada Sabtu (8/8) dini hari nanti.

UEFA mengumumkan bahwa Zwayer ditugaskan untuk memimpin pertandingan ini. Ia dibantu Christian Dingert sebagai Video Assistant Referee-nya. Kelompok lengkap ofisial berasal dari Jerman, termasuk asisten wasit Thorsten Schiffner dan Marco Achmuller. Wasit keempat adalah Tasos Sidiropoulos dari Yunani. Rekor Zwayer bersama tim-tim Italia adalah tiga kali menang, empat kali seri, dan empat kali kalah.

Dia hanya memimpin satu pertandingan Juventus, kekalahan 2-0 di babak 16 besar Liga Champions saat bertandang ke Atletico Madrid pada Februari 2019. Ini akan menjadi pertandingan Lyon pertamanya, meskipun ia mengawasi empat kemenangan Prancis, dua imbang, dan hanya satu kekalahan. Wasit Jerman lainnya, Felix Brych, akan memimpin pertandingan babak 16 besar antara Manchester City dan Real Madrid di saat yang sama di Manchester. (*)



Apa Pendapatmu?