Getaran Masa Lalu Akan Terus Mengikuti ke Mana Pun di Beirut

indopod.co.id – Beirut. Kota yang kontras. Tempat bunga jacaranda dan oleander memenuhi jalan-jalan dan taman vila-vila tua bergaya Prancis yang runtuh. Satu jendela toko berkilau dengan kaca Romawi kuno dan karya seni kuno yang tak ternilai dan pintu berikutnya penuh dengan lubang peluru, peninggalan perang saudara beberapa dekade lalu.

Berusaha terus bangkit layaknya seekor phoenix, Beirut merupakan kota yang hidup dan menyenangkan. Penuh perasaan. Kompleks. Namun tetap ramah. Ketika mencapai Beirut dan kafe-kafe di Gemmayzeh, kita akan merasakan denyut nadi kota yang berpacu. Setiap langkah yang mengarah dari hambatan utama Gemmayzeh akan membawa pada suasana baru yang menyenangkan.

Getaran masa lalu akan terus mengikuti ke mana pun di Beirut. Beberapa museum kota peninggalan masa lalu yang masih terjaga dengan apik menjadi destinasi wisata utama. Di sepanjang Corniche, kawasan pejalan pejalan kaki di tepi laut, kita akan mendapati hotel-hotel mewah yang menjadi tuan rumah bagi pengunjung glamor. Restoran-resotoran indah dan kehidupan malam di kota ini juga menjadi atraksi utama.

Terletak di bekas Garis Hijau, Museum Nasional Beirut adalah pusat lembaga budaya utama Beirut. Koleksi artefak arkeologi yang dipamerkan dengan indah dan mengesankan menawarkan gambaran yang bagus tentang sejarah Lebanon dan peradaban yang memengaruhi persimpangan budaya ini.

Sorotan utamanya meliputi patung perunggu berlapis emas Fenisia terkenal yang ditemukan terkubur di dekat Kuil Obelisk di Byblos. Sebuah rangkaian sarkofagus Fenisia berwajah manusia dan makam Romawi dengan lukisan dinding yang pernah tutup kembali dibuka pada 2016. Koleksi artefak Zaman Perunggu di sini memiliki kualitas luar biasa, termasuk patung Byblos.

Di lantai dasar, terdapat beberapa mosaik Bizantium yang luar biasa terkenal, serta dua sarkofagus berukir indah dari Tirus yang berasal dari abad ke-2 Masehi. Ruang bawah tanah museum ini juga dihadirkan dengan indah dan memiliki atmosfer menonjol. Rangkaian sarkofagus berwajah manusia yang menakutkan dari Saida tersimpan di ruangan ini.

Di bagian kota lainnya dekat Universitas St. Joseph, terdapat museum yang dirancang dengan indah dan menyajikan koleksi luar biasa dari mineral terpilih yang disajikan dengan indah. Warna yang seakan datang dari dunia lain dan dihasilkan dari relung bumi yang tersembunyi sangat mencengangkan.

Yang tak kalah penting adalah ruangan berisi fosil ikan luar bisa dari Memoire du Temps di Byblos, serta pterosaurus langka yang diawetkan dengan sempurna. Siapa yang menyangka museum yang didedikasikan untuk menyimpan batuan dan fosil bisa begitu menarik? Dengan koleksi lebih dari 2 ribu batuan mineral yang mewakili 450 spesies berbeda dari 70 negara, MIM Mineral Museum dianggap sebagai salah satu koleksi mineral paling signifikan di dunia.

Menjadi landmark utama kota, Masjid Mohammed Al Amin dibuka pada 2008. Masjid besar dengan kubah biru dan dinding kuning mencolok ini memiliki empat menara setinggi 65 m. Mantan perdana menteri Lebanon, Rafic Hariri, yang terbunuh dalam serangan bom besar di Beirut pada 2005 juga dimakamkan di sini.

Aula utama yang menjulang di masjid yang terletak di dekat Martyrs Sq itu mampu menampung hingga 3.700 jemaah pria, sementara ruang salat perempuan dapat dimasuki melalui pintu lain.

Lakukan perjalanan ke pesisir dan kembali ke masa lalu di Byblos. Disebut sebagai kota Fenisia pertama dan dengan catatan hingga 5 ribu Sebelum Masehi, ini adalah salah satu kota tertua di dunia yang masih terus dihuni dan merupakan situs Warisan Dunia Unesco.

Sekitar satu jam perjalanan dari Beirut, Byblos memiliki pelabuhan kuno yang terletak di bawah benteng kastil tentara salib. Ada juga pantai pasir berlatar pegunungan yang indah. Reruntuhan Fenisia dan Romawi juga menjadi daya tarik yang memberikan suasana unik pertemuan Prancis selatan dengan Roma kuno.

Di lepas pantai Raouche, terdapat rangkaian formasi batuan aneh yang menonjuol keluar dari air. Warga lokal menyebutnya pigeon rock, atau batu merpati. Tebing yang menghadap bebatuan merupakan tempat yang populer bagi wisatawan lokal dan asing untuk berfoto.

Pengunjung bisa mengakses batuan unik itu melalui Avenue de Paris yang menghadap ke laut. Ini adalah lingkungan kelas atas di Beirut dan merupakan tempat populer dan sering dikunjungi. Avenue de Paris adalah bagian dari Corniche Beirut yang membentang di sepanjang Mediterania, tempat kafe-kafe berjejer di jalan yang selalu ramai.

Pemandangan luar ruangan terbesar di Roman Baths yagn terletak di pusat kota Beirut ini akan membawa kembali ke hari-hari ketika kota itu menjadi pusat kekuasaan Romawi. Roman Baths mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1990-an. Sistem pemanas kuno cerdik, yang disebut hypocaust, sangat jelas terlihat di sini.

Cakram terakota yang ditumpuk akan mengalirkan udara panas ke lantai marmer di atasnya, di mana para pengunjung dari semua kelas sosial akan melepaskan stres. Situs ini juga mencakup kebun tanaman obat.(fay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.