Alexa Metrics

Mobil Bung Hatta Diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya

Mobil Bung Hatta Diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya

Indopos.co.id – Mobil operasional Mohammad Hatta diusulkan menjadi benda cagar budaya. Kendaraan roda empat bermerk Ford Deluxe 8 dengan nomor polisi (nopol) BN10 itu, dipakai bapak proklamator tersebut kala diasingkan Kolonial Belanda di Pulau Bangka. Menilik histori itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengambil prakarsa dan inisiatif memasukkan mobil bersejarah itu, sebagai benda cagar budaya.

”Saat ini, kendaraan berada di dalam Pesanggrahan Menumbing Mentok. Kendaraan itu memiliki arti penting bagi sejarah dan layak untuk dijadikan benda cagar budaya,” tutur Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Babel Bambang Haryo Suseno, di Mentok, Jumat (7/8).

Untuk mewujudkan renca na itu, saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah melakukan pendataan sejumlah kriteria persyaratan. Itu penting supaya bisa segera diusulkan tahun ini. ”Beberapa hari lalu kami sudah melakukan pengumpulan data benda tersebut untuk kelengkapan persyaratan pendaftaran benda cagar budaya kepada Tim Ahli Cagar Budaya Bangka Barat,” urainya.

Berdasar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, benda dapat diusulkan sebagai benda cagar budaya apabila memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya, berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama atau kebudayaan.

Mobil merk Ford Deluxe bersilinder delapan buah tersebut pernah menjadi salah satu kendaraan operasional para tokoh Kemerdekaan RI yang diasingkan Belanda di Mentok periode 19481949. Pada awalnya, kendaraan keluaran 1948 itu merupakan kendaraan dinas perusahaan tambang timah Belanda Banka Tin Winning.

Namun, pada masa pengasingan para tokoh Republik Indonesia di Bangka, mobil tersebut digunakan untuk membawa Mohamad Hatta, Soerjadi Soerjadarma, Mr. Asaat, dan A.G. Pringgodigdo dari Pangkalpinang menuju Mentok. Pemerhati sejarah di Bangka Barat, Chairul Amri Rani mengaku sebelum berada di Pesanggrahan Menumbing, mobil BN10 tergeletak tidak terawat.

Mobil bersejarah itu, dibiarkan teronggok di belakang gedung Wisma Ranggam atau saat ini bernama Pesanggrahan BTW Mentok dengan kondisi mesin dan jok sudah tidak ada lagi. Beberapa bagian mobil sudah tidak orisinal. Sebelum dibawa ke Menumbing, mobil tersebut terlebih dahulu dibawa ke bengkel.

”Sejumlah bagian diperbaiki dan bagian interior dilengkapi,” beber Chairul, pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat. (ant)



Apa Pendapatmu?