Alexa Metrics

Kali Pertama Universitas Pancasila Meluluskan 1.169 Lewat Wisuda Daring

Kali Pertama Universitas Pancasila Meluluskan 1.169 Lewat Wisuda Daring up

indopos.co.id – Kali pertama, pada Wisuda Daring Semester Gasal TA 2019/2020, Universitas Pancasila (UP) meluluskan sebanyak 1.169 dari berbagai jenjang pendidikan dari Ahli Madya, Sarjana, Profesi Apoteker, Magister dan Doktor, Sabtu (8/8/2020). Sehingga pada era Covid – 19, mereka dapat berkembang dan berinovasi menciptakan lapangan kerja baru.

“Setelah sempat tertunda akhirnya Wisuda Daring Semester Gasal TA 2019/2020 Universitas Pancasila dilaksanakan. Dengan tema bagaimana Perguruan Tinggi dapat memberikan kontribusi berperan serta dalam pembangunan nasional research untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul sejalan bonus demografi,” ujar Rektor UP, Prof. Dr. Wahono Sumaryono di Trans Studio Cibubur, Sabtu (8/8/2020).

Ditambahkannya, dampak pandemi Covid ini tentunya sangat meluas dan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian UP, lanjutnya, maka dikeluarkan kebijakan tentang pemberian bantuan berupa uang untuk penggantian kuota internet sebesar Rp 600 ribu/mahasiswa untuk Semester Gasal ini.

Selain itu, memberikan potongan/diskon uang kuliah bagi mahasiswa baru maupun lama. Merespon terhadap perubahan ekonomi, UP juga merespon dengan cepat perubahan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

“Beberapa langkah strategis yang UP lakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah mengembangkan kurikulum kewirausahaan, bekerjasama dengan 74 BUMN,” tambahnya.

Hingga saat ini saja, sambungnya, sudah 264 mahasiswa yang magang selama 6 bulan. Mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dengan memfasilitasi pengembangan 64 star up terdiri dari bidang kuliner, fashion, dan aplikasi IT. Kemudian meningkatkan kolaborasi dengan alumni UP dalam peningkatan kompetensi serta memfasilitasi tersedianya kesempatan kerja.

“Dalam prosesnya kita memberikan pembelajaran hard skill dan soft skill,” pungkasnya.

Dr. Siswono Yudo Husodo, selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina UP menyebutkan, peran Perguruan Tinggi dalam dunia tanpa batas adalah memastikan munculnya SDM/lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi. “Keunggulan itu bisa didapatkan apabila SDM yang ada memiliki pengetahuan, teknologi, ketrampilan dan etos kerja yang tepat,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, ketangguhan dan kemampuan UP terus beradaptasi terhadap perubahan adalah salah satu kualitas yang dimiliki. Adaptasi melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring seperti ujian, perkuliahan, melakukan seminar-seminar, sidang, dan skripsi sehingga iklim Akademik terjaga.

Sesuai bidangnya mereka telah praktek bekerja dibidangnya. Contoh, di bidang Farmasi, melaksanakan praktek kerja di tempat kerja dan mereka dibimbing oleh Ahlinya hingga menjadi Ahli Madya.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 banyak perusahaan recovering untuk hidup kembali. Banyak karyawan mengalami pemecatan, dan sulit mencari lowongan kerja. Jadi mereka yang lulus disaat ekonomi sedang turun diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja.

Kita berharap mereka lulusan baru ini dapat berkembang, berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Sebanyak 1.169 lulusan baru ini juga untuk memperkuat di era baru saat ini.

“Ini Wisuda Daring pertama, disisi lain, disrupsi lain, semua orang terdorong untuk belajar online. Jika tidak mengikuti perkembangan maka kita lambat. Seluruh dunia alami pandemi Covid. Kita semua sadari akan berubah cepat dan Indonesia menyesuaikan dengan cepat,” tandasnya.

Total sampai saat ini jumlah lulusan UP sebanyak 63.169 orang yang telah berkontribusi dalam dunia industri dan masyarakat. Wahono menambahkan, adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena Covid memaksa kita semua membentuk prilaku baru. Menyesuaikan kebiasaan hidup dan pada akhirnya merubah cara kita hidup terlebih di era Industri 4.0.

Seperti halnya Kereta Cepat yang akan dibangun Indonesia. Itu baru satu aspek saja. Di Cina pemakai mobil listrik terbanyak di dunia. Dan 5 tahun lagi Indonesia akan banyak mobil listrik. “Dalam semua aspeknya berubah, pendidikan pun demikian,” ungkapnya.

Dalam Wisuda Daring tersebut, UP pun turut mengundang Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro guna memberikan orasi ilmiah. (mdo)



Apa Pendapatmu?