Alexa Metrics

Perempuan Tangguh Indonesia Beri Pelatihan Kewirausahaan Penyandang Disabilitas Tuli

Perempuan Tangguh Indonesia Beri Pelatihan Kewirausahaan Penyandang Disabilitas Tuli Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas tuli.

indopos.co.id – Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mengadakan pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner bagi penyandang disabilitas tuli di DKI Jakarta.

Ketua Pendidikan Disabilitas PTI Yenee Krisnandari mengatakan program ini diinisiasi atas dasar kepedulian Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia terhadap teman-teman disabilitas, khususnya teman tuli yang terdampak Pandemi Covid 19 dari sisi ekonomi.

Alasan lainnya, kata Yenee, selama ini penyandang disabilitas masih diperlakukan secara diskriminatif oleh masyarakat.

“Selain itu masih minimnya pemberian pendidikan soft skill dan pendidikan profesi kepada penyandang disabilitas di Indonesia,” kata Yenee Krisnandsi di acara pembukaan kegiatan Perempuan Tangguh Indonesia; Sahabat Disabilitas yang bertajuk ‘Program Pelatihan Wirausaha Pemula Berbasis Kuliner Bagi Teman Tuli’ di HSB, Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2020).

Yenee menyebutkan, kegiatan ini berupa pelatihan yang menggunakan metode secara offline dan online, masing-masing sebanyak tiga kali.

“Pelatihan didesain 30 persen secara teori dan 70 persen praktek. Selama pelatihan peserta akan dibuatkan grup WhatsApp Grup yang fungsinya sebagai pendampingan selama pelatihan,” jelasnya.

“Peserta juga diberikan tantangan praktek membuat kue di rumah dan akan dipresentasikan di akhir periode pelatihan,” terang Yenee lagi.

Ada pun waktu pelatihan dimulai bulan Agustus sampai dengan September 2020. Yenee berharap pasca mengikuti pelatihan ini para peserta atau penyandang disabilitas tuli dapat menjual atau memasarkan produk makannya secara mandiri, baik secara offline maupun online.

“Kami juga memperkenalkan para peserta (penyandang disabilitas tuli) kepada rekan-rekan kami yang memiliki restoran, kafe atau tempat-tempat makan,” tuturnya.

Anggota Perempuan Tangguh Indonesia lainnya Weny indriyani menambahkan, untuk menyemangati para peserta, PTI menghadirkan pengajar yang memiliki latar belakang sebagai chef profesional dan pembicara inspiratif di setiap sesinya, salah satunya Dimas P Muharram, seorang tuna netra yang aktif memberikan motivasi kepada teman-teman disabilitas yang merupakan peraih beasiswa dari Australia dan Founder Kartunet.

Tak hanya diberikan pelatihan, beberapa peserta terbaik akan mengikuti pelatihan level advance.

Sementara itu, Dewi Yuliani, berharap ke depannya akan banyak pihak yang terlibat dalam setiap kegiatan Perempuan Tangguh Indonesia.

“Keterlibatan banyak pihak membuat kami lebih bersemangat untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Yang lebih terpenting, penderita disabilitas tidak merasa sendiri, kita ada untuk mereka,” ujar Dewi Yuliani. (mdo)



Apa Pendapatmu?