Alexa Metrics

Belum Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik, Pergub 142 Perlu Dikaji Ulang

Belum Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik, Pergub 142 Perlu Dikaji Ulang Plastik dapat terurai bisa jadi alternatif penggantian kantong plastik konvensional yang sudah dibatasi penggunaanya di Jakarta.

indopos.co.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menilai, Peraturan Gubernur (Pergub) No 142 Tahun 2019 tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan niatnya baik. Tetapi ada beberapa hal yang belum sesuai serta kurang konsisten, dan juga memang di tingkat implementasi masih belum banyak alternatif pengganti. Sehingga, perlu ada pengkajian ulang guna menyempurnakan pergub tersebut.

Menurut Taufik, dalam setiap kebijakan, harus sensitif terhadap situasi ekonomi rakyat yang sangat tertekan di tengah-tengah pandemi Covid-19. “Jadi pengganti perlu juga sensitif terjangkau. Pasar-pasar sangat tertekan. Butuh kantong yang ramah lingkungan, sekaligus dapat memfasilitasi kegiatan perekonomian dan bukan membebani,” ujar Taufik, pada wartawan.

Taufik mengatakan, kantong ramah lingkungan pengganti juga perlu fungsional:
(i). yang sesuai konteks COVID jg, misal perlu bisa dicuci, atau dipakai ulang tetapi pastikan bisa bersih/sanitary ya, karena jangan sampai menjadi medium transmisi penularan, (ii). terbuat dari bahan cukup kuat sehingga bisa tahan cukup lama, perlu anti air terutama yang dipakai di pasar-pasar basah, bisa pakai ulang sesuai filosofi pergub. “Bahan apa saja? Bisa dari bahan-baham yang ramah lingkungan seperti bahan-bahan alami daun-daun, anyaman, bambu, termasuk juga umbi-umbian, seperti singkong juga saya kira ramah lingkungan juga. Asal juga tahan cukup lama, bisa dipakai ulang dan juga mudah terurai. Pergub ini saya nilai juga permulaan yang baik, dalam artinya mungkin ada sifat eksperimen di dalam nya, agar rakyat terus bisa berubah dalam kebiasaanya. Demikian pula industri juga berubah memproduksi yang ramah lingkungan, semuanya bergeser ke arah yang lebih baik. Dan saya lihat nanti seiring dengan inovasi-inovasi baru, kita juga perlu mengakomodir di dalam Pergub ini, inovasi-inovasi baru tersebut ke depannya. Jadi pergub ini juga sifatnya bisa dinamis dan maju seiring kemajuan jaman,” kata Taufik.

Lebih lanjut ungkapnya, kantongnya bisa lebih ramah lingkungan lagi, bisa lebih terjangkau lagi, dan lebih fungsional/kuat lagi sesuai harapan pakainya. Kantong-kantong dengan material-material lokal seperti singkong juga saya lihat bagus asal fungsional, tahan air, bisa pakai ulang. Namun yang paling penting bila semuanya belum disiapkan alternative penggantinya, maka sebuah kebijakan sebaiknya diterapkan secara bertahap dan melalui Road Map yang jelas.

“Dengan demikian perlu alternative juga untuk mengakaji ulang Pergub 142 tahun 2020 atau paling tidak sambil menunggu revisinya dilakukan moratorium terlebih dahulu, sehingga tidak menambah beban golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Sebuah kebijakan haruslah bijak untuk seluruh warga DKI Jakarta,” tandasnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?