Antisipasi Karhutbunlah, Bupati Muba Pantau Hot Spot Lewat Udara

indopos.co.id – Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex bersama Dandim (Komandan Distirk Militer) 0401 Letnan Kolonel ARH Faris Kurniawan, Sekretaris Daerah Apriyadi dan Kepala BPB Jhoni Martohonan, memantau potensi titik hot spot memakai jalur udara, Sabtu (8/8/2020). Hal itu untuk mengantisipasi kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah).

Dodi Reza dalam kesempatan ini turut langsung menjadi pilot membawa pesawat jenis BN2T/PK – WMR yang berkapasitas 10 tempat duduk. Pemantauan itu sekaligus uji coba take off dan landing di Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu.

Beberapa titik yang ditinjau seperti di  Sungai Lilin, Keluang, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, dan Lalan. Dari hasil peninjauan tampak ada satu titik hotspot yang terpantau yakni di kawasan antara Sungai Lilin-Lalan.

“Prinsipnya karhutbunlah ini jangan seperti tahun-tahun lalu. Antisipasi pencegahan kita maksimalkan dan saya atensi khusus pencegahan di kawasan Timur,” ujar Dodi Reza.

Menurutnya, segala upaya pencegahan sudah mulai dimaksimalkan.  Bahkan Pemkab Muba juga telah bersinergi dengan Provinsi Jambi. Bersama-sama memaksimalkan upaya pencegahan potensi karhutbunlah di kawasan perbatasan Muba-Jambi.

“Fokus kita ke pencegahan bukan ke penanganan, ini yang harus dimaksimalkan. Tim di lapangan juga disiagakan dengan baik dalam upaya pencegahan tersebut, termasuk kesiapan sarana dan prasarana,” jelas Dodi Reza.

Baca Juga :

Lebih lanjut dia mengatakan, ada tujuh instruksi tegas yang dikeluarkan sejak tahun 2019 lalu. Diantaranya sinkronisasi satuan tugas siaga karhutbunla kabupaten Muba dengan satuan tugas Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian membagi tugas Satgas siaga kebakaran hutan, kebun dan lahan dengan melibatkan stakeholder. Optimalisasi peralatan produksi pertanian yang pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran.

Kemudian, memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuka lahan dengan cara pembakaran atau pembakaran pasca panen. Selain itu, memperkuat sarana dan prasarana pemadaman kebakaran serta personil terlatih pada regu pemadaman kebakaran perusahaan perkebunan.

“Perusahaan-perusahaan diminta juga untuk aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi karhutbunlah di masing-masing wilayah operasional,” tegas Dodi Reza

Dia menambahkan, melalui dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Muba juga telah menyediakan sarana prasarana serta fasilitas pemadam kebakaran.

“Fasilitas alat pemadam kebakaran sudah disebar terutama di daerah rawan karhutbunlah,” jelasnya.

Dodi Reza juga menegaskan, dirinya mewajibkan perangkat Kecamatan dan perangkat Desa agar stand by di wilayah masing-masing. “Camat dan Kades (kepala desa) wajib berada di tempat, sosialisasi dan edukasi warga agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Muba Jhoni Martohonan menyebutkan, pihaknya bersama TNI/Polri juga saat ini terus gencar sosialisasi ke masyarakat hingga ke pelosok terkait upaya pencegahan karhutbunlah.

“Setiap hari juga dilakukan patroli rutin oleh tim melalui jalur darat guna memaksimalkan upaya pencegahan karhutbunlah,” jelasnya.

Dia menambahkan, peran masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan potensi karhutbunlah. “Warga menjadi garda terdepan, mari kita jaga Muba ini dari ancaman karhutbunlah,” pungkasnya.(sro)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.