KBM Tatap Muka Sekolah di Kota Bekasi Dibatalkan

Baru Mulai Tiga Hari

Indopos.co.id – Pemerintah Kota Bekasi hanya dapat menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka selama tiga hari. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta KBM simulasi tatap muka dihentikan. Padahal, rencananya simulasi itu berlangsung selama sebulan.

”Kalau Disdik sudah berhentikan berartikan kemarin sudah baca apa yang disampaikan kepada Pak Dirjen, itu kan surat pertama. Sekarang surat kedua dengan segala tahapan-tahapannya,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Minggu (9/8).

Surat kedua yang dimaksud Rahmat adalah pengajuan simulasi KBM tatap muka beserta prosedurnya secara terperinci. ”Kita kan bikin nih, simulasi Tatap Muka ini loh SOP-nya kalau yang kita bikin pertama kita gak ngelengkapi itu cuma kita sampaikan sekolah role model bentuknya begini,” paparnya.

Pada surat kedua ini menurut politikus Golkar tersebut, Kemendikbud merespon agar prorgam simulasi dihentikan terlebih dahulu. ”Kalau yang surat kedua itu kita bikin semacam SOP petunjuknya kita kirim proposalnya ke sana (Kemendikbud),” lanjutnya.

Namun, apakah proposalnya sudah disetujui atau tidak menunggu keputusan lanjutan. ”Kalau itu enggak disetujuin ya kayanya udah nggak ada cara lain,” ucapnya pasrah.

Sebelumnya, Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menghentikan simulasi KBM tatap muka, terhitung Kamis (6/8) lalu. Padahal rencananya, simulasi itu berlangsung hingga 28 Agustus 2020.

Diketahui, enam sekolah yang menjadi role model mulai melaksanakan simulasi KBM tatap muka, Senin (3/8). Keenamnya yakni SMP Negeri 2 Kota Bekasi, SMP Victory, dan SMP Nassa, SD Negeri Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI dan SD Al Azhar VI. Plh Kepala Disdik Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar menyampaikan, simulasi KBM tatap muka oleh sekolah role model cukup dilaksanakan selama tiga hari berdasarkan hasil evaluasi.

”Dari hasil rapat evaluasi tadi, simulasi sudah cukup dilaksanakan tiga hari saja,” ungkap Uu, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, dia mengatakan, KBM tatap muka di sekolah akan menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud).

”Ini simulasi kan sudah dilaksanakan, jadi lebih lanjut kita akan menunggu arahan Kemendikbud sesuai dengan SKB 4 Menteri,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Bekasi Samsu enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut. Ia hanya membenarkan, simulasi KBM tatap muka di sekolah tak dilanjutkan.

”Saya nggak mau ngomong banyak, cuma ngikutin arahan dari atasan saja. Memang sudah tidak ada simulasi lagi disekolah, terakhir Rabu kemarin,” singkatnya. (dil/dew/rbs)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.