Merebak melalui Klaster Perkantoran

Sejumlah ASN Pemkab Cirebon Positif COVID-19

indopos.co.id – Penyebaran Virus Corona klaster perkantoran merebak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Setidaknya, ada empat kasus terdeteksi. Yaitu empat aparatur szpil negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon positif Covid-19. Awalnya ditemukan satu orang di Dinas Kesehatan positif Covid-19. Setelah dilakukan pelacakan menyeluruh kembali ditemukan.

”Tiga orang positif Covid-19 di Dinas Kesehatan, satu Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD),” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni, di Cirebon, Jabar, Minggu (9/8). Dinas Kesehatan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) memberi layanan, sehingga potensi transmisi menjadi terbuka terutama pengunjung layanan.

Baca Juga :

Petugas Gabungan Garut Gelar Razia Masker

Misalnya, Jamkesmas, perizinan, Labkesda, karyawan Puskesmas melakukan kegiatan atau urusan administrasi. Enny mengaku penerapan protokol Kesehatan sudah mulai longgar. Efeknya, aktivitas sebagian berjalan seperti biasa.

”Namun kami memastikan tidak ada pertemuan dan kegiatan menimbulkan kerumunan di lingkungan Dinkes. Kami akui masih ada interaksi personal dengan protokol kesehatan kurang ketat,” aku Enny.

Baca Juga :

Penyebaran COVID-19 di Kepri Tidak Terkendali

Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) penyebaran Virus Corona baru di Kabupaten Cirebon juga cenderung meningkat. Di mana, saat ini sudah ada 97 orang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Kami sudah melakukan tes usap 9.125 spesimen dengan 45 di antaranya positif,” ucapnya.

Sejatinya bilang Enny, lonjakan kasus COVID-19 sudah diprediksi gugus tugas, terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Selama 44 hari pemberlakuan AKB, Kabupaten Cirebon ada peningkatan kasus cukup signifikan. Per 30 Juni 2020 setelah AKB, ditemukan 19 kasus positif.

Baca Juga :

Setelah itu, kasus Covid-19 terus meningkat dan sudah tembus 97 kasus. Untuk laju pertumbuhan kasus saat ini 2,20 dengan angka positif rate 0,49 persen. Jumlah positif itu masih bisa dikendalikan. Karena maksimal positif rate 5 persen. Di Cirebon masih kurang dari 1 persen. Meski begitu, ada penambahan kasus dari hari ke hari. Terutama pada saat adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Itu menunjukkan masyarakat Kabupaten Cirebon, belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Bahkan AKB itu seolah-olah, kehidupan sudah kembali normal. Padahal, Virus Corona jenis baru itu menyebabkan Covid-19 belum ditemukan obatnya,” tegasnya.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat dan seluruh elemen tetap menaati protokol kesehatan Covid-19. Itu penting supaya virus tersebut bisa dicegah. ”Pemahaman AKB seolah-olah bebas. Sebagian masyarakat termasuk kita sudah longgar dan abai untuk patuh pada protokol kesehatan,” tegas Enny. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.