Alexa Metrics

Pemkot Bandarlampung: Pesta Nikah Tidak Boleh Ada Prasmanan

Pemkot Bandarlampung: Pesta Nikah Tidak Boleh Ada Prasmanan

Indopos.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung mengimbau warga menggelar pesta pernikahan tanpa prasmanan. Itu penting untuk mencegah klaster pesta pernikahan.

”Kami sudah tetapkan saat warga memohon surat rekomendasi acara ke Pemkot Bandarlampung, saat menjamu tamu prasmanan diganti dengan nasi kotak,” tutur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandarlampung Ahmad Nurizki, di Bandarlampung, Minggu (9/8).

Apabila harus menggunakan prasmanan, lanjut dia, panitia wajib mengambilkan makanan tersedia untuk para undangan. Dengan begitu, tamu tidak mengambil makanan sendiri. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 Kota Bandarlampung.

Setiap warga yang ingin mengadakan acara, diminta membatasi tamu undangan. Mewajibkan setiap orang memakai masker. ”Kita batasi 50 orang tamu. Kalau acara di gedung maksimal setengah kapasitas tempat itu dengan maksimal waktu berkunjung hanya 15 menit dan waktu kegiatan juga paling lama tiga jam,” bebernya.

Pihak penyelenggara juga harus menyediakan perlengkapan protokol kesehatan. Misalnya, tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh tembak (thermo gun). Kemudian harus mengatur jarak tempat duduk tamu, dan sesi foto 1,5-2 meter.

Pemkot Bandarlampung, menyarankan tamu berusia lanjut, anak-anak, dan ibu hamil tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Sedang tamu atau keluarga dari luar kota harus melampirkan hasil tes cepat (rapid test) atau tes usap (swab test).

”Kemudian tidak diperkenankan bersalaman usai acara dan tidak boleh ada live music atau organ tunggal,” tegasnya.

MengenaiT sanksi jika ada yang melanggar, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandarlampung Nomor 18 Tahun 2020 tentang pedoman pencegahan Covid-19 melalui protokol kesehatan, dikenai sanksi administratif dan daya paksa polisional.

”Sanksi administratif seperti teguran lisan dan tertulis, penghentian sementara, dan tetap kegiatan hingga pencabutan sementara dan tetap izin acara,” ucapnya.

Sedang sanksi daya paksa membersihkan dan menyapu jalan dengan memungut sampah, menyanyikan lagu nasional, melakukan push-up, dan mengucapkan janji tidak akan melanggar protokol kesehatan kembali. (ant)



Apa Pendapatmu?