Desa Pejeng Kangin di Gianyar Bali Tawarkan Tur Desa Wisata Virtual

Sasar Pelancong Mancanegara yang Bosan Meringkuk di Villa

indopos.co.id – Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Gianyar, Bali mulai menerapkan tur desa wisata secara virtual. Itu berlaku bagi turis asing dan domestik dengan objek, situasi di pedesaan.

”Pekan depan uji coba virtual tur dari agen membawa tamu asing asal Jepang. Kita menjelaskan objek lewat zoom meeting dan tamu nanti berinteraksi secara virtual,” tutur Kepala Dusun Banjar Dinas Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Gianyar, Made Astawa, di Gianyar, Minggu (9/8).

Tur wisata secara virtual itu dilakukan atas persetujuan para agen tamu asing. Sebelum diterapkan ke klien, terlebih dulu akan diuji coba pada para agen. Objek wisata akan digambarkan dalam tur wisata virtual itu, aktivitas pedesaan, persawahan, aktivitas petani, acara adat, dan produksi tenun khas Desa Pejeng Kangin.

”Pertama kali diterapkan. Estimasi waktu uji coba untuk agen kira-kira 1,5 jam,” beber Astawa. Sebelum masa pandemi Covid-19, Desa Pejeng Kangin membuka tur wisata pedesaan bagi para wisatawan domestik dan mancanegara. Yang ditonjolkan selama tur, yaitu pengalaman baru dialami tamu secara langsung.

Tur menyusuguhkan kearifan lokal, aktivitas petani, filosofi rumah Bali dan, merasakan kegiatan adat Bali di Desa Pejeng Kangin. Mayoritas wisatawan warga asing, menyukai latar belakang budaya Bali. Misalnya, wisatawan Jepang, Italia, Perancis, dan tidak menutup kemungkinan tamu asal Rusia, India.

”Kalau tamu China tidak terlalu banyak. Biasanya para tamu asing itu couple travel atau family travel. Karena itu, privat tour paling dicari,” imbuh Astawa.

Ia mengatakan memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, pihaknya mulai membuat perencanaan tur pariwisata dengan protokol kesehatan ketat.

”Masih banyak wisatawan asing yang berada di daerah Ubud, Bali, terkadang jenuh tinggal di villa. Mereka butuh suasana baru. Kami tawarkan tur ini nanti,” imbuhnya.

Selain itu, pada perencanaan tur wisata pedesaan juga melibatkan masyarakat Desa Pejeng Kangin. Terutama warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sekaligus membantu memberikan kesempatan bekerja. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.