Alexa Metrics

PTDI Maksimalkan Market Domestik

PTDI Maksimalkan Market Domestik Seorang teknisi PT Dirgantara Indonesia menginstalasi panel di badan pesawat NC 212-200, di hanggar PT Dirgantara Indonesia, di Bandung, Selasa (30/4). (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melihat masih banyak peluang bagi pasar industri dirgantara Indonesia. Tidak sedikit masih peluang pasar tersedia di dalam negeri. Itu mengingat Indonesia negara kepulauan.

Negara kepulauan butuh moda transportasi laut dan udara. Berdasar data PricewaterhouseCoopers (PwC), indonesia ada sekitar lebih dari 4.000 rute penerbangan pengumpan atau spoke to spoke. Namun, baru terisi sebanyak 529 rute.

Dan, 223 dari 529 rute itu, di antaranya mayoritas utilisasi load factor masih rendah. ”Jadi, peluang itu masih sangat terbuka,” tutur Direktur Utama PTDI Elfien Guntoro, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan begitu, produk-produk pesawat PTDI seperti pesawat NC212, CN-235, dan nanti N245 sangat kompetitif untuk mengisi rute penerbangan spoke to spoke tersebut. Selain itu, bisnis bisa juga ditingkatkan.

”Yaitu bisnis perawatan dan perbaikan atau maintenance, repair, and overhaul (MRO),” imbuh Elfien. Elfien menyebut MRO tersebut perlu ditingkatkan. Maklum, itu bisnis satu-satunya bisa recurring income.

Dengan begitu, bisnis MRO sangat bagus bagi PT Dirgantara Indonesia. PT Dirgantara Indonesia melakukan skenario bisnis baru untuk tetap bertahan menghadapi pandemi Covid-19. Dengan skema bisnis baru, perusahaan tetap melanjutkan bisnis kedirgantaraan.

”Tentu strategi berhubungan dengan kondisi semua itu, Kami harus melakukan skenario bisnis baru,” ucap Elfien. Tindakan itu dilakukan melalui serangkaian kajian. Baik  terhadap pasar, pelanggan, pemasok, dan mitra.

Pada ujungnya melakukan bisnis dan sistem pembayaran. Dengan kajian mendalam itu, ketemu  dengan bisnis yang paling sesuai dengan kondisi Covid-19. Selanjutnya, PT Dirgantara Indonesia juga merupakan satu satunya industri pesawat terbang di Indonesia mempunyai potensi sangat besar.

Terutama untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi di Negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. PT Dirgantara Indonesia dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kapabilitas dan/atau kompetensi dibidang kedirgantaraan dan dapat bersaing dengan negara lain.

Sebelumnya Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) dan pemangku kepentingan terkait membahas peta jalan (roadmap) industri pesawat terbang nasional dalam AeroSummit 2019 . Itu dilakukan untuk membangun ekosistem kedirgantaraan tumbuh.

Baik industri dan sumber daya manusia (SDM) menyongsong Indonesia emas 2045. Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan ajang AeroSummit untuk mempertemukan peneliti, perekayasa, dan kalangan industri, bersama-sama mengembangkan teknologi pengembangan antariksa khususnya teknologi kedirgantaraan. (raf/ant)



Apa Pendapatmu?