Alexa Metrics

Kini, Saya Harus Memanggilmu Mister

Kini, Saya Harus Memanggilmu Mister Andrea Pirlo dan Gianluigi Buffon

indopos.co.id – Orkestrasi Sarriball ternyata hanya berjodoh semusim di Juventus. Sang orchestra, Mauricio Sarri, akhirnya dipecat. Setelah merebut juara Serie A, Juventus terkesan bermain setengah hati. Kekalahan dari Cagliari dan AS Roma membuat Presiden Andrea Agnelli geregetan. Namun, Agnelli mengira, Sarri sengaja menyimpan energi tim untuk menghadapi Lyon. Eh, ternyata Juventus tetap saja tersingkir dari Liga Champions. Padahal, si Kuping Besar adalah piala impian.

Secara teknis, Sarriball memang menjadi boomerang serius. Sistem 4-3-3 sering terlihat terputus-putus. Gelar Serie A memang didapat, tetapi pola itu membuat Juventus kehilangan muka di mana-mana, termasuk dari klub yang tidak punya nama. Karena itu, Agnelli tidak sungkan-sungkan merogoh koceknya 22 juta poundsterling dan meminta eks banker berusia 61 tahun itu meninggalkan ruangan ganti Juventus. Sarri pun dipecat pada Sabtu sore, hanya beberapa jam setelah kemenangan yang tak ada gunanya atas Lyon.

Hasil Jumat malam melawan Lyon seperti sebuah pukulan keras yang mematahkan punggung unta. Agnelli kemudian melakukan wawancara dengan Sky Sports Italia. Ia menjelaskan letak kegagalan klub hingga mereka tersingkir. “Saya sedih karena kami tersingkir dari Eropa oleh lawan yang tidak sulit dikalahkan,” katanya.

Kemarahan Agnelli berasal dari fakta bahwa Juventus gagal dalam pertandingan terpenting mereka, pada waktu yang paling penting, musim ini. Lebih buruk lagi, ada fakta yang menunjukkan kurangnya motivasi dan determinasi terhadap Lyon, kecuali upaya gigih Cristiano. Ronaldo.

Setelah pertandingan, Agnelli bicara dengan Paratici dan legenda klub Pavel Nedved. Ia menjelaskan keinginannya mengambil keputusan manajerial drastis yang hanya berkembang seiring berlalunya malam. Di Juve, tanggung jawab berhenti pada sosok presiden, yang sekali lagi memilih untuk membela para pemain setelah pertandingan, meskipun dia tidak menyebutkan kinerja Sarri. Sarri merasa posisinya aman karena didukung Paratici.

Ada ketegangan antara Sarri dan Agnelli beberapa waktu lalu, tetapi kekalahan hari Jumat membuat emosi Agnelli meluap. Juve mengalami serangkaian kekalahan setelah mengonfirmasi juara Serie A. Agnelli memang dikenal tegas dan berwibawa. Pria 44 tahun itu sangat dihormati dan populer di antara tokoh-tokoh kunci ruang ganti.

Sabtu pagi, Agnelli memberi tahu direktur Juve tentang keputusannya memecat Sarri, sebelum meminta mereka memberi tahu pelatih dan pemain. Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Ronaldo, dan Gianluigi Buffon adalah tokoh utama yang diberitahu melalui telepon tentang pemecatan Sarri. Empat pemain kunci itu tidak terkejut. Mereka sudah mendengat komentar Agnelli kepada Sky Sports Italia malam sebelumnya. Buffon langsung memosting status Andrea Pirlo di Instagramnya.  ‘So now I have to call you Mister? Good luck #CoachPirlo.’  Artinya, sekarang saya harus memanggilmua Mister.

Hingga Minggu malam, Sarri masih di Turin. Setelah membereskan barang-barangnya dari tempat latihan klub, dia akan pulang ke rumah musim panasnya di Acquaviva Apicena. Ia akan merenung diri di sana. Pria berusia 61 tahun itu membeli apartemen mewah empat tahun lalu di Kota Acquaviva. Kota kecil itu berpenduduk sekitar 3.500 orang.

Keputusannya tidak menurunkan Paulo Dybala sebetulnya sudah tepat karena cedera. Tetapi memasukkannya untuk mencari gol pada 20 menit tersisa justru berdampak cedera otot baru pada Dybala. Dan, inilah salah satu alasan kenapa Sarri dipecat. Sarri mengatakan, Juventus bermain tidak dengan penuh semangat. Inilah yang membuat Agnelli marah.

Padahal, semua orang tahu. Agnelli adalah presiden tersukses dalam sejarah Juventus. Dia telah melampaui prestasi Boniperti dan Vittorio Caissotti Chiusano, mantan presiden klub, dengan 17 trofi yang dimenangkan dalam 10 tahun.

Pilihannya visioner dan keputusannya untuk menunjuk Pirlo mungkin membuktikan langkah lain yang menginspirasi, meskipun alasan ekonomi menjadi inti pilihannya untuk menunjuk legenda klub. Juventus sempat berunding dengan Mauricio Pochettino. Namun, klub itu akhirnya mundur karena Pochettino meminta mahar mahal, yaitu 12 juta poundsterling per musim. Zinedine Zidane dan Simone Inzaghi sempat jadi bahan pertimbangan. Namun, kedua nama itu lebih memilih bertahan di klub masing-masing.

Daripada susah-susah, Juventus menunjuk Andrea Pirlo.  Berusia 41 tahun dan besar di Flero di Provinsi Brescia, Pirlo yang lahir pada 19 Mei 1979  memiliki karir legendaris.  Ia sudah memenangkan segalanya, mulai Serie A, Coppa Italia, dua Piala Super Italia, Liga Champions, hingga Piala Dunia 2006.  Benvenuto Pirlo. Buon Lavoro. (*)



Apa Pendapatmu?