Alexa Metrics

Soal Nama Pemain ke Piala Thomas dan Uber di Denmark, yang Paham Pasti Sudah Tahu

Soal Nama Pemain ke Piala Thomas dan Uber di Denmark, yang Paham Pasti Sudah Tahu Tim Piala Uber

indopos.co.id – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, mengaku pihaknya memiliki kriteria pemilihan pemain untuk Piala Thomas dan Uber 2020. Namun, Susy menyatakan  belum bisa mengungkapkannya kepada publik. Indonesia mulai menyiapkan tim untuk Piala Thomas dan Uber 2020. Ajang tersebut akan berlangsung di Aarhus, Denmark, pada Oktober mendatang.

Meski masih sekitar dua bulan lagi, tetapi Susy mengatakan sudah memiliki kriteria pemilihan skuat. Sayangnya pemenang Olimpiade 1992 itu enggan membocorkannya.

“Sebetulnya sudah masuk namanya, tetapi belum penutupan di BWF. Otomatis tidak boleh diberi tahu ke luar. Takut ada perubahan dan negara lain mencontek,” ujar Susy.

“Tak ada turnamen sejak Maret, kami tidak bingung menentukan skuat. Buat yang mengikuti bulutangkis, pasti paham siapa yang akan dipanggil,”paparnya.

“PBSI Home Tournament kemarin akan menjadi pertimbangan juga. Kedua kebutuhan tim, lalu ranking dan prestasi, lalu mental dan karakter. Beregu tanggung jawab ke tim besar,” pungkasnya.

Lebih jauh  Susy Susanti, mengaku percaya diri dengan tim putra. Susy menilai tim Thomas  bisa menggondol Piala Thomas 2020.

Pada Piala Thomas 2020, tim putra Indonesia tergabung di Grup A. Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan bersaing dengan Malaysia, Belanda, dan Inggris. Di atas kertas, tim putra Indonesia bisa lolos dari grup A. Apalagi dengan komposisi skuat yang dimiliki saat ini. Tentu targetnya bukan sekadar lolos dari fase grup. Susy optimistis tim putra Indonesia bisa membawa pulang Piala Thomas 2020. Menurutnya, kekuatan utama di ganda putra mendapat sokongan dari tunggal putra.

“Saat ini kekuatan tim putra cukup solid. Ranking ganda putra ada di 1, 2, dan 5. Dari segi prestasi, ganda putra punya kekuatan rata. Siapa saja yang main kami yakin,” kata Susy.

“Tunggalnya tinggal minimal mendapat satu kemenangan. Melihat prestasi Jonatan Christie dan Anthony, memang tidak 100 persen. Tetapi melawan pemain elit, bisa menang atau kalah.”

“Pengalaman di BATC juga kami bisa mempertahankan gelar. Jadi kalau dari kekuatan dan komposisi, ini cukup lumayan. Akan tetapi, kami tidak mau takabur,” lanjutnya. Tim putra Indonesia memang sudah merindukan gelar Piala Thomas. Tidak terasa telah 18 tahun sejak kali terakhir ajang supremasi bulu tangkis beregu putra itu mampir ke Tanah Air.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menyebutkan hal yang masih perlu dilatih dari skuat asuhannya, yakni  Bukan mental, tapi  justru urusan fisik. Pelatih yang akrab disapa Herry IP menilai Indonesia sudah memiliki tim yang mumpuni. Hal itu teruji dari saat menjuarai Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020 silam

Selain itu, kata dia,  dari segi mental anak asuhnya sudah cukup baik. Namun, pelatih berjuluk Naga Api tersebut justru menganggap fisik yang harus digenjot. “Tim terbaik Indonesia itu di BATC kemarin itu. Itulah pemain tim inti kami. Kalau sebagai pelatih saya harus optimis. Kan orang-orang bilang ini tim terbaik Indonesia setelah beberapa tahun,” kata Herry. “Pemain ini kan sudah pilihan yang terbaik. Jam terbang, prestasi, masalah mental tinggal sedikit. Intinya menjaga kondisi mereka. Suasana pertandingan yang dibutuhkan,” imbuhnya.

“Mereka kan sudah juara semua. Hal seperti itu tidak menjadi fokus utama. Yang menjadi fokus utama ya fisik, karena kan sudah lama tidak ada pertandingan,” tambahnya.

Disisi lain,  Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, memberikan target untuk Piala Uber 2020. Susy menilai dengan komposisi saat ini, realistisnya adalah perempat final.

Tim putri Indonesia tergabung di Grup B Piala Uber 2020. Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Korea Selatan, Australia, dan Malaysia.

Menilik komposisi skuat saat ini dan peta persaingan, Susy mengatakan targetnya untuk tim putri adalah lolos ke perempat final Piala Uber 2020. Menurutnya, jelasnya  itu target paling realistis. Pemenang medali emas Olimpiade 1992 itu memang tidak menutup kemungkinan juara. Namun, Susy menilai tim putri Indonesia masih butuh waktu untuk bekerja keras.

“Tim Uber buka saya pesimistis ya, saya selalu realistis kalau berbicara. Kalau netizen kan suka seenak mereka sendiri ngomongnya,” kata Susy. “Sekarang ranking kalah dibanding negara lain. Dari peta kekuatan, dari kacamata saya sebagai mantan pemain, targetnya perempat final. Semifinal saja sudah bagus,” ungkapnya.

“Bisa dilihat, kalau yang paham bulu tangkis. Semi final sudah bagus, bukan berarti saya pesimistis. Saya maunya juara tetapi realistisnya perempat final,” papar Susy. Indonesia sudah lama tidak memenangi Piala Uber. Kali terakhir trofi tersebut mampir ke Tanah Air adalah pada 1996, ketika Susy masih bermain. (bam)



Apa Pendapatmu?