Alexa Metrics

Petani Lebak Menjerit, Alasan Kuota Sedikit

Petani Lebak Menjerit, Alasan Kuota Sedikit

indopos.co.id – Kelangkaan pupuk bersubsidi seperti pupuk SP 36 dan Phonska mulai dirasakan oleh petani padi dan pepaya di Kabupaten Lebak. Pupuk subsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk petani tersebut, kini hilang dari pasaran. Untuk mengganti ke pupuk non-subsidi petani harus merogoh kocek lebih dalam.

”Kami terpaksa membeli pupuk non-subsidi. Pupuk Phonska subsidi harganya Rp95 ribu dengan kemasan karung 50 kg. Tapi karena langka, terpaksa beli pupuk non-subsidi, yakni Phonska Plus dengan harga Rp200 ribu untuk kemasan 25 kg,” ujar Samsudin, ketua Kelompok Tani Berkah yang sedang mengembangkan budidaya pepaya california di Kecamatan Warunggunung kepada INDOPOS, Minggu (9/8).

Samsudin juga mengaku sudah mencari pupuk subsidi di seluruh kios dan agen pupuk di Kecamatan Warunggunung dan Cibadak. Namun, semua agen maupun penyalur pupuk mengaku stok pupuk subsidi kosong dengan alasan keterbatasan kuota yang diberikan oleh pemerintah.

”Selisih harga pupuk subsdidi dan non-subsidi cukup jauh sekali,” cetusnya. Karena itu, dia berharap Dinas Pertanian Kabupaten Lebak melakukan sidak ke agen maupun kios pupuk untuk mencari penyebaba langkanya pupuk bersubsidi saat petani membutuhkan. ”Dinas Pertanian harus sesekali sidak ke lapangan, kami khawatir ada pihak yang menimbun pupuk bersubsidi,” tukasnya.

Senada juga diungkapkan Uprit, 60, petani padi yang juga mengaku kesulitan mendapatkan pupuk SP 36. Padahal, menurutnya juga, saat ini seharusnya sudah mulai masa pemupukan tahap dua. Namun saat butuh pupuk banyak, pupuk bersubsidi itu langka di pasaran.

”Saya sudah mencari di kelompok tani di tempat saya, tapi kosong. Mencari di luar juga sulit. Adanya pupuk non-subsidi seperti NPK Mutiara dengan harga Rp12 ribu per kg. Beda harga pupuk NPK Mutiara dengan SP 36 jauh sekali,” ungkap Uprit.

Sedangkan Sahim, 48, seorang petani pepaya lainnya di Kecamatan Warunggunung menjelaskan kelangkaan pupuk subsidi sudah terjadi sejak Juni lalu. Dia juga heran, kejadian kelangkaan pupuk selalu terulang saat memasuksi musim tanam di Kabupaten Lebak .

Dia juga mengaku sudah mendatangi kelompok tani, tetapi stok pupuk subsidi selalu kosong.”Kemarin harga Pupuk Urea untuk kelompok tani sempat turun jadi Rp95 ribu. Tapi tidak lama pupuk pupuk itu sudah ludes dibeli petani lain. Karena langka, tanaman padi dan pepaya kini kekurangan pupuk,” keluhnya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengakui kelangkaan pupuk bersubsidi seperti SP 36 lantaran kuota untuk Kabupate Lebak  terbatas. Jadi tak jarang saat memasuki musim tanam terjadi kelangkaan pupuk.

”Kami sudah tahu kalau kurang (pupuk bersubsidi). Karena usulan sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok, Red) itu sudah kita ajukan sesuai kebutuhan. Tetapi turunnya berdasarkan kuota. Jatahnya sangat minim sekali,” ujar Rahmat.

Dia juga menjelaskan dosis penggunaan pupuk subsidi terpaksa dikurangi karena persediaan terbatas. Rahmat juga mengakui selisih harga pupuk subsidi dengan yang non-subsidi cukup jauh. ”Kami terus berupaya menyampaikan ke Pemerinaha Pusat melalui Pemprov Banten agar alokasi pupuk subdisi untuk Kabupaten Lebak ditambah. Paling tidak sesuai dengan RDKK,” tandasnya.

Senada juga dikatakan Nana, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Distan Kabupaten Lebak yang mengaku kebutuhan pupuk dengan alokasi yang diberikan pemerintah pusat tidak sebanding. Jadi, jangan heran terjadi kelangkaan sejumlah jenis pupuk yang sangat dibutuhkan petani.

Dia mencontohkan, untuk jenis Pupuk Urea kebutuhan sebanyak 17.721.096 kilogram (kg), namun yang bisa terealisasi hanya 13.032 ton atau setara 73 persen dari kebutuhan. Sementara pupuk SP 36 kebutuhan sebanyak 11.232.734 kg namun yang bisa terealiasi hanya 2,13 ton atau hanya 10,9 persen.

Demikian juga dengan Pupuk NPK, kebutuhan sebanyak 29.028.427 kg tapi yang terealisasi diberikan pemerintah pusat hanya 8,72 ton atau 29,97 persen. ”Harusnya pupuk Phonska sih masih tersedia. Namun nanti coba saya cek lagi ke kios dan agen,” tukasnya. (yas)



Apa Pendapatmu?