Alexa Metrics

PBB Nyatakan Siap Dukungan Kepada 76 Bakal Calon Kepala Daerah Serentak 2020

PBB Nyatakan Siap Dukungan Kepada 76 Bakal Calon Kepala Daerah Serentak 2020 partai pbb

indopos.co.id – Sebanyak 76 bakal calon kepala daerah pada pilkada serentak 2020. Kali ini, Partai Bulan Bintang (PBB) menyatakan dukungannya kepada para kontestasi tersebut di akhir tahun 2020 ini.

Sukmo Harsono selaku Ketua Tim Pilkada Partai Bulan Bintang menuturkan, Partai Bulan Bintang sejauh ini telah menyatakan dukungan terhadap 76 bakal calon kepala daerah dalam pilkada serentak 2020. “Kami dapat secara aktif mengusung sebanyak 65 calon bupati di berbagai daerah di Indonesia, 10 calon walikota dan satu calon gubernur,” ungkapnya dalam jumpa pers di Markas PBB Pusat, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sudah diterbitkan sebanyak 55 surat rekomendasi kepada calon walikota dan calon bupati.

“Sisanya 20 kabupaten/kota yang belum kami terbitkan surat dukungannya secara penuh,” ujarnya.

Sukmo menambahkan, tentang mekanisme pemberian dukungan dari DPP PBB itu.

“Kami menerapkan melalui proses recruitment calon kepala daerah. Jadi, dari DPC yang memiliki anggota dewan atau yang punya hak/kursi mengajukan sosok, kemudian dikawal oleh DPW mengusulkan kepada DPP.”

Selanjutnya, “Tim akan memproses calon yang diajukan dengan menemui calon yang diajukan, baik virtual maupun secara informal karena memang kondisi sedang pandemi,” tambahnya.

“Kemudian kami munculkan rekomensasi ke Sekjen, apakah calon layak atau tidak. Keputusan diberikan mandat atau tidak, ada di tangan Sekjen dan Ketua Umum. Bisa disetujui atau ditolak,” tandasnya.

Lebih jauh, PBB memutuskan untuk mencabut surat rekomendasi dukungan terhadap pasangan Shintia Gelly Rumumpe dan Petrus Defny Macarau dalam kontestasi pemilihan kepala daerah Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Pernyataan itu disampaikan Sukmo Harsono selaku Ketua Tim Pilkada Partai Bulan Bintang dalam kesempatan yang sama, jumpa pers di DPP PBB, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).

“Untuk di pilkada Minahasa Utara, DPP PBB telah membatalkan dukungan terhadap Shinta dan Petrus sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Dengan ini dinyatakan surat rekomendasi dukungan yang sebelumnya telah diberikan sebelumnya kini dicabut,” pungkas Sukmo.

Pengumuman tersebut sekaligus menjawab simpang siur yang sempat terjadi. Sebabnya, Ketua DPC PBB Minahasa Utara, Harry Azhar sebelumnya menyatakan bahwa PBB tetap mendukung pasangan calon Shintia-Petrus.

“Keputusan ini telah melalui pertimbangan sangat mendalam, karena DPP punya pandangan berbeda dengan Ketua DPC Minahasa Utara, Azhar,” kata Sukmo.

Sukmo menyebutkan, soal pencabutan rekomendasi dukungan merupakan hal yang lumrah dan tidak ada aturan yang dilanggar selama belum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurutnya, dalam proses pemberian dukungan atau mengusung paslon tertentu, tentu ada dinamika yang bisa terjadi sehingga surat mandat dicabut atau SK dibatalkan.

Semisal, calon tidak memenuhi jumlah dukungan yang ditentukan, calon berpotensi besar kalah atau survey rendah, meninggal dan atau berganti pasangan.

Tim Pilkada PBB memberikan keterangan tentang pencabutan mandat dukungan terhadap pasangan calon kepala daerah Minahasa Utara, di DPP Partai Bulan Bintang, Senin (10/8/2020).

Tim Pilkada PBB juga memberikan keterangan tentang pencabutan mandat dukungan terhadap pasangan calon kepala daerah Minahasa Utara, di DPP Partai Bulan Bintang, Senin (10/8/2020).

“Sudah berkali – kali kami melakukan diskusi, hingga akhirnya DPP sepakat membatalkan dukungan tersebut. Meskipun dalam pembatalan ini, saudara Azhar tetap menolak dan menyatakan sikap tetap mendukung paslon Shintia. Di sini kami ingatkan, sesuai kewenangan yang diatur dalam AD/ART partai, keputusan DPP harus dipatuhi oleh semua kader,” tandasnya.

Anggota Tim Pilkada DPP Partai Bulan Bintang, Firmansyah menambahkan, ada sejumlah alasan yang membuat mencabut mandat dukungan terhadap paslon Shintia – Petrus.

“Berkaitan dengan pembatalan SK terhadap paslon di Minahasa Utara, murni berdasarkan kajian bahwa ada kepentingan lebih besar,” tambahnya.

Firmansyah menambahkan, dengan dicabutnya surat mandat tersebut, DPP PBB saat ini belum menentukan ke mana arah dukungan partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra tersebut dalam Pilkada Minahasa Utara.

“Sampai saat ini kami belum mengarah mendukung paslon lain di Daerah Minahasa Utara. Kami akan kaji lagi kemana arah dukungan kami,” katanya tak ingin gegabah.

Terkait perbedaan sikap ketua DPC Minut, Harry Azhar, Firmansyah meminta semua pengurus dan kader dapat mengikuti keputusan DPP.

“Kami harap ketua DPC bersama-sama kami bisa menjalankan keputusan partai. Kalau tidak maka kami akan memberikan sanksi sesuai aturan dalam AD/ART,” tegasnya.

Surat pencabutan dukungan tersebut, sambung Firmansyah, sudah dikirimkan secara resmi kepada Shintia.

“Kami lakukan ini jauh-jauh hari supaya ada kesempatan bagi Bu Shintia mencari dukungan ke partai lain juga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, selain dihadiri oleh jajaran Tim Pilkada PBB, konferensi pers juga dihadiri oleh Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulawesi Utara, Burhanuddin. (mdo)



Apa Pendapatmu?