Alexa Metrics

Rest Area Puncak Ditarget Rampung Tahun Ini

Rest Area Puncak Ditarget Rampung Tahun Ini Pelaku usaha kaki lima yang menjual aneka camilan khas Bogor kini mulai ramai dikunjungi pembeli dari Jakarta dan sekitarnya. (Foto: Charlie/ INDOPOS)

indopos.co.id – Untuk mendong­krak potensi wisata di kawasan Pun­cak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berbenah. Ya, salah sa­tunya dengan membangun rest area puncak yang ditarget rampung tahun ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Per­industrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor Nuradi mengatakan, pembangu­nan rest area tersebut berlokasi di lahan milik PT Perkebunan Nusan­tara VIII. ”Lahannya dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas. Total luas lahannya sekitar tujuh hektare,” ka­tanya, Senin (10/8).

Menurutnya, rest area tersebut nanti­nya bakal dilengkapi se­jumlah fasilitas, seperti tiga area parkir dengan total luas 1,774 meter persegi yang mampu menampung 500 mobil. ”Area masjid dengan luas 576 meter persegi, plaza pandang untuk pengunjung seluas 572,27 meter persegi, lengkap dengan meeting point, taman, ruang terbuka hijau dan amphitheater,” bebernya. ­

Tak hanya itu, proyek pembangunan yang bekerja sama dengan pemerintah pusat ini juga bakal membangun sejumlah kios untuk mengakomodasi para Pedagang Kaki Lima (PKL). ”Kita juga akan bangunkan 516 kios dengan luas 11 meter persegi. Rinciannya, 100 kios untuk PKL basah atau sayur dan buah serta 416 kios untuk PKL kering atau oleh-oleh dan camilan,” paparnya.

Dari sejumlah sektor dan rencana pembangunan itu, Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor hanya fokus pada pembangunan 516 kios untuk PKL. Untuk pembangunan 516 kios, pemkab dijatah ang­garan sebesar Rp16 miliar dari pemerintah pusat.

Bah­kan, saat ini berkas pembangu­nan 516 kios itu sudah masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor. ”Pembangunannya kan ba­nyak. Kalau kita hanya fokus di penyediaan kios untuk PKL dan pagar kelilingnya saja. Saat ini berkas sudah masuk ULP, sedang kita lelang fisik,” jelasnya.

Dia menargetkan, pembangu­nan 516 kios ini bisa mulai dikerjakan pada September ini. ”Semoga tahun ini bisa selesai,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Peng­embangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Irma Les­tiana menuturkan, pembangu­nan rest area Puncak tersebut merupakan hasil kerja sama pemkab dengan pemerintah pusat.

Langkah tersebut juga se­bagai salah satu upaya pena­taan Puncak, Kabupaten Bo­gor, sesuai peruntukan dan mengembalikan fungsinya sesuai aturan. ”Ini juga ba­gian dari penataan dan mengembalikan fungsinya sesuai aturan yang berlaku. Baik rencana tata ruang dan regulasi lainnya,” ujarnya.

Bahkan, pemkab diwajibkan melakukan pemindahan PKL di kawasan Puncak. Sejauh ini Pemkab Bogor sudah me­nertibkan 120 lapak di jalur area Riung Gunung dan Gu­nung Mas dan saat ini dire­lokasi sementara ke area di Tugu Selatan, Cisarua.

”Berdasarkan data yang ada, total PKL di sana ada sekitar 300 lebih. Kami juga masih melakukan pendataan dan sosialisasi. Intinya, pembangu­nan ini bertujuan mensteri­lisasi PKL Puncak di satu wilayah yang sudah sama-sama kita petakan,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)



Apa Pendapatmu?