Alexa Metrics

Gara-gara Corona, Nikah Pun Pakai Sistem Drive Thru

Gara-gara Corona, Nikah Pun Pakai Sistem Drive Thru Tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin dalam resepsi pernikahan lantatur di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/8) lalu. (Foto: ANTARA/ Sugiharto Purnama)

indopos.co.id – Konsep pernikahan lantatur (drive thru) kini menjadi solusi bagi para pengantin yang hendak menggelar resepsi atau hajatan di tengah Pandemi COVID-19. Konsep itu dipilih karena dianggap lebih aman jika dibandingkan prosesi pernikahan era normal baru lainnya.

“Tamu tidak boleh turun dari kendaraan, hanya boleh membuka kaca mobil ataupun kaca helm bagi motor. Jadi secara kontak fisik, konsep pernikahan ini sangat minim, bahkan tidak ada,” kata pemilik Gakha Wedding Services Khais Akbar di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/8) lalu.

Khais telah menekuni bisnis meramu konsep pernikahan sejak 2015. Pandemi COVID-19 yang berlangsung setengah tahun ini telah memaksa orang-orang berdiam di rumah, sehingga kondisi itu membuat bisnisnya terpuruk.

Ketika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan pemerintah, masyarakat mulai kembali beraktivitas di luar rumah. Pun begitu dengan pasangan yang ingin menikah.

Mereka mulai berani melakukan berbagai persiapan dan mencari cara agar resepsi mereka bisa berjalan dan sesuai dengan protokol kesehatan. Kini, kata dia, pesanan pernikahan drive thru terus berdatangan.

Dengan tamu undangan lebih dari 2.000 orang. Tantangan yang harus dilewati adalah bagaimana menggelar resepsi pernikahan yang dapat dihadiri banyak tamu, namun tetap aman.

“Saya lantas mencari tahu tentang wedding drive thru dari internet. Ternyata ada banyak di Malaysia dan Singapura,” imbuhnya.

Persiapan pertama yang dilakukan adalah survei lokasi untuk dijadikan sebagai tempat resepsi. Kemudian tahap selanjutnya adalah mematangkan konsep pernikahan.
Total waktu persiapan dari awal sampai akhir bisa mencapai satu bulan, karena pemilik hajat belum terbiasa dengan konsep pernikahan lantatur tersebut.

“Kami kenalkan tentang konsep itu, lalu mereka sepakat,” ungkapnya. Para tamu undangan yang datang langsung dicatat data dirinya. Kemudian suhu tubuh mereka diperiksa, lalu diberikan cairan penyanitasi tangan.

Mereka juga diminta memakai masker meski berada di dalam kendaraan. Saat kendaraan menuju pelaminan, tamu memberi salam namaste—yang biasa dikenal dalam olahraga yoga–sebagai pengganti berjabat tangan.

Mereka tidak diperkenankan turun dari kendaraan, tetapi hanya diperbolehkan membuka kaca jendela mobil dan kaca helm, lalu berfoto bersama kendaraan dan pasangan pengantin. Biaya pernikahan lantatur yang dia tawarkan, lengkap dengan sewa lapangan terbuka, makanan, musik, tenda, hingga souvernir dapat mencapai Rp100 juta.

Sementara itu, penggunaan jasa weeding services, Karim mengaku telah membicarakan konsep pernikahan lantatur sejak beberapa bulan lalu. “Kami memadukan antara pernikahan konvensional dengan drive thru yang ada di perusahaan-perusahaan pelayanan mandiri (self-service),” kata Karim.

Pandemi membuat dia harus memadukan momen bahagia pernikahan dengan kesedihan karena tidak bisa dekat dengan keluarga dan teman. “Kami tidak melupakan itu, makanya resepsi pernikahan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan konsep drive thru,” ulasnya.

Meskipun para tamu undangan tidak diperkenankan turun dari kendaraan, namun momen pernikahan tetaplah berkesan. Konsep pernikahan lantatur merupakan solusi menggelar resepsi hajatan meski di tengah pandemi COVID-19. (ant)



Apa Pendapatmu?