Alexa Metrics

Darurat, DIY Belum Izinkan Belajar Tatap Muka

Darurat, DIY Belum Izinkan Belajar Tatap Muka Siswa SDN 09 Pandan Airmati, Solok, Sumbar, melakukan kegiatan belajar mengajar dengan membuat sekat di tiap meja. (ANTARA FOTO)

indopos.co.id – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum berencana menerapkan pembelajaran secara tatap muka. Baik jenjang pendidikan, khususnya SMA/SMK pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021 masa Pandemi Covid-19.

”Sementara tampaknya DIY belum memungkinkan melakukan (pembelajaran) tatap muka,” tutur Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, di Yogyakarta, Senin (10/8).

Pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah belum memungkinkan secara tatap muka mengingat saat ini DIY masih berstatus tanggap darurat bencana Covid-19. Selain itu, perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga belum menunjukkan tren penurunan.

Pembukaan kembali kegiatan pembelajaran tatap muka, perlu diputuskan dengan kehati-hatian disertai kajian matang termasuk mempertimbangkan masukan dari para orang tua siswa. ”Jangan sampai muncul klaster penularan baru dari dibukanya sekolah. Itu yang harus kita jaga dengan tetap mengutamakan kehati-hatian,” imbuhnya.

Kasus penularan Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung, menurut dia, dapat menjadi bahan refleksi bersama bahwa di lingkungan pendidikan yang menerapkan disiplin ketat pun masih bisa terjadi transmisi Covid-19.

Prosedur standar operasi (SOP) untuk pelaksanaan praktikum tatap muka telah disiapkan khususnya bagi siswa SMK di DIY. Meski begitu, praktikum bagi siswa SMK harus melalui simulasi di beberapa sekolah terlebih dahulu yang pelaksanaannya menunggu hasil evaluasi perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi pada September 2020. ”Nanti September seiring mahasiswa masuk kita mungkin juga khususnya untuk yang praktikum akan simulasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Gubernur DIY selalu mengingatkan agar pembukaan sekolah maupun perguruan tinggi tidak dilakukan secara gegabah. ”Kita ini kan tidak boleh gegabah ada pembelajaran tatap muka. Terutama untuk kelas-kelas kecil sehingga kita nanti uji cobanya justru di mahasiswa,” tegasnya.

Menurut dia, pembukaan pendidikan dengan tatap muka tidak perlu tergesa-gesa agar tidak justru memunculkan klaster penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan. ”Kalau kita punya pengalaman untuk mahasiswa kemudian kita geser ke SMA. Pelan-pelan kita tidak tergesa-gesa. Maunya Ngarso Dalem (Sultan HB X) supaya tidak ada klaster pendidikan,” kata Aji. (ant)



Apa Pendapatmu?