Wamenag Sebut KUA Institusi Penting Perkuat Moderasi Beragama

indopos.co.id – Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama merupakan kegiatan prioritas Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama. Salah satu program prioritas nasionalnya yaitu peningkatan pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, dalam gelaran Pembinaan Kajian Kitab Kuning dan Munakahat Islam Tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta. Tema yang diangkat, “Kebijakan Kementerian Agama dalam Peningkatan Kualitas Moderasi Beragama.”

Baca Juga :

“KUA sebagai institusi beserta penghulu sebagai elemennya merupakan aktor penting untuk memperkuat terimplementasikannya moderasi beragama di tengah masyarakat, melalui peningkatan pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga,” kata dia, di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Karena peran penghulu yang bersentuhan sejak dini dalam lembaga sosial terkecil di negara namun memiliki peran besar, yaitu keluarga.

Menurut Wamenag, memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi cara pandang, sikap, dan praktik beragama jalan tengah untuk meneguhan toleransi. Juga kerukunan dan harmoni sosial, merupakan bagian dari program prioritas dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024.

Tidak dapat disangkal, lanjut Zainut, peran penghulu penting dalam pembentukan awal keluarga sakinah. Sedangkan keluarga memiliki potensi sangat besar untuk menanamkan dan menyemai praktik moderasi beragama.

Baca Juga :

Praktik moderasi beragama tidak dapat diandaikan terjadi begitu saja secara alamiah, melainkan harus disemai sejak nilai-nilai setiap individu warga bangsa dibentuk.

“Kita sebagai umat muslim mengetahui bahwa salah satu maqashid syariah adalah hifdzu an-nasl (memelihara keturunan). Oleh sebab itulah pernikahan sebagai lembaga sosial merupakan sunnah Rasul,” ujar Zainut.

Dia menambahkan, Kementerian Agama (Kemenag) memiliki konsep keluarga sakinah, sebagai keluarga damai yang menenteramkan anggota keluarganya serta memberi manfaat besar bagi masyarakat, bangsa dan negara, yang dibangun di atas landasan nilai keadilan, kesalingan, dan keseimbangan, yang selaras dengan prinsip-prinsip moderasi beragama.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin. “Dalam kegiatan ini kami menghadirkan KH Zulfa Mustofa sebagai pembimbing. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai koordinasi dan silaturahmi dalam rangka melaksanaakan tugas sehari-hari,” kata dia.

Gelaran pembinaan kajian kitab kuning dan munakahat Islam pasca-adaptasi kebiasaan baru ini diikuti para Kepala KUA, Penyuluh, Penghulu dan ASN Kemenag DKI Jakarta. Tampak hadir Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Muharam Marzuki.(dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.