Alexa Metrics

Transportasi Ikut Berperan Merawat Keberagaman

Transportasi Ikut Berperan Merawat Keberagaman Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci, pada acara Webinar Online “Transportasi Untuk Merajut Keberagaman: Episode 1 Kereta Api,” Selasa (11/8/2020).

indopos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan. transportasi menjadi hal yang vital dalam merawat keberagaman.

Menurutnya terdapat tiga hal penting dalam transportasi sebagai perawat keberagaman.

“Pertama, transportasi sangat dibutuhkan untuk adanya lalu lintas masyarakat. Sehingga dengan transportasi bisa saling mengetahui adanya keberagaman,” ujar Mahfud pada acara Webinar Online “Transportasi Untuk Merajut Keberagaman: Episode 1 Kereta Api,” Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, dengan terbukanya akses transportasi maka akan terjadi interaksi budaya berbeda, tapi bertemu dalam aktivitas sosial maupun ekonomi. Transportasi yang mendorong mobilitas antar daerah sangat penting menempatkan semangat budaya.

Kedua, transportasi merupakan urat nadi yang menghubungkan potensi satu daerah ke daerah lain. Di satu sisi akan memberi nilai lebih bagi potensi satu daerah.

“Di sisi lain, akan mengurangi biaya distribusi jadi transportasi bisa mewujudkan Indonesia sebagai satu perekonomian nasional,” jelas Mahfud.

Kemudian yang ketiga, kata dia, konektivitas yang terbuka melalui sistem transportasi akan berkonstribusi terhadap penguatan persatuan bangsa. Sebab, dengan saling berinteraksi dan saling mengenal, rasa saling percaya dapat dibangun.

“Sekalipun mungkin transportasi terkadang hanya dipahami sebatas pemenuhan sarana dan prasarana. Untuk meningkatkan perekonomian melalui pembukaan akses lalu lintas orang dan barang. Tetapi sesungguhnya ia juga memiliki misi lain yang jauh lebih bernilai bagi kehidupan bangsa. Transportasi mengantarkan orang untuk mengenal orang lain. Transportasi mengantarkan orang untuk mengenal daerah dan budaya orang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sampai saat ini, telah terbangun 1,796 km jalur kereta yang beroperasi di Pulau Sumatera, 45 km jalur beroperasi di Pulau Sulawesi, serta 4.131 km jalur beroperasi di Pulau Jawa.

Dalam kurun waktu 2015-2020, capaian konektivitas pembangunan jalur KA di wilayah Sumatera mencakup pembangunan jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, jalur KA Parabumulih – Kertapati, jalur ganda KA Martapura – Baturaja, jalur ganda KA Kotabumi – Cempaka, KA Bandara Kualanamu Medan, KA Bandara Internasional Minangkabau Padang, LRT Sumatera Selatan di Palembang, serta reaktivasi jalur KA Padang – Pulo Aer.

Sedangkan di Pulau Jawa, dalam kurun waktu 2015-2020, telah dibangun jalur ganda KA Kroya – Kutoarjo, jalur ganda KA Solo – Madiun, jalur ganda KA Madiun – Jombang, reaktivasi jalur KA Cianjur – Cipatat, KRL Jabodetabek, KA Bandara Soekarno Hatta, MRT Jakarta Tahap I, LRT Provinsi DKI Jakarta Tahap I, KA Prameks Yogyakarta – Solo, KA Bandara Yogyakarta International Airport, dan KA Padalarang – Bandung – Cicalengka.

Hingga tahun 2030 mendatang, diharapkan pembangunan jalur kereta api dapat merata di seluruh wilayah Indonesia dengan target 10.524 km jalur kereta api yang terbangun. “Selain itu, diharapkan moda kereta api dapat terlaksana dengan terintegrasi, aman, selamat, nyaman, pelayanan handal dan terjangkau,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?