Alexa Metrics

Cegah dan Kendalikan COVID-19, Banten Wacanakan Penerapan Inpres Nomor 6/2020

Cegah dan Kendalikan COVID-19, Banten Wacanakan Penerapan Inpres Nomor 6/2020

indopos.co.id-Gubernur Banten Wahidin Halim mewacanakan penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019.

”Ada kecenderungan kenaikan kasus positif corona di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya,” terangnya dalam telekonferensi Rapat Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Perpanjangan Ketujuh (VII) atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya, Minggu (9/8).

Wacana penerapan Inpres No. 6 Tahun 2020 itu untuk merespon terjadinya peningkatan kasus di wilayah Tangerang Raya, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Namun demikian, kata Wahidin, wacana itu perlu didiskusikan dan dikaji lebih lanjut. Termasuk kesiapan aparat penegak hukum. Disesuaikan dengan kondisi masing-masing kabupaten/ kota.

”Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi zona kuning kembali lagi ke zona merah karena akan sangat berat untuk penanganannya,” cetusnya.  Wahidin juga menginstruksikan untuk memberikan perhatian terhadap kehadiran kerja bagi pegawai di pemerintah daerah maupun swasta agar menjadi perhatian.

Mempertimbangkan kembali WFH (work from home) dengan proses evaluasi dan kontrol yang ketat. Termasuk kegiatan masyarakat atau keramaian harus tetap mendapatkan perhatian oleh aparat penegak hukum.

”Pengawalan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum selama ini jangan sampai sia-sia,” kata dia lagi. Pemerintah pusat, lanjut WH, memberikan keleluasaan kepada daerah seperti sekolah dan sebagainya.

”Ini perlu hati-hati dalam menerapkannya. Sampai sejauh mana jika sekolah dibuka? Jangan sampai sekolah tatap muka dibuka, terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti di Tegal dan Cilegon. Artinya, jangan ketika pemerintah pusat memberikan diskresi kepada daerah, tapi kita tidak hati-hati,” kata dia.

”Harus dipersiapkan dan dicek sejauhmana sekolah-sekolah siap dengan sarana prasarana dan pemantauannya,” kata dia. Selain itu, Wahidin juga mengajak seluruh pihak untuk mengantisipasi dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tumbuh negatif atau resesi.

”Pemprov Banten telah menyiapkan desain pemulihan ekonomi melalui kegiatan padat karya. Tingkatkan dan dorong giat pertanian. Pastikan stok cadangan pangan di kabupaten/kota aman,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti menyampaikan, dalam dua pekan PSBB perpanjangan ketujuh atau PSBB tahap VIII wilayah Tangerang Raya, terjadi peningkatan kasus pada delapan kota/kabupaten di Banten. Khususnya di wilayah Tangerang Raya.

Hal itu, kata Ati, karena masifnya tracking, dan skrining yang dilakukan, mobilitas masyarakat yang menimbulkan klaster impor bertambah, serta dibukanya beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menjadikan kalster baru. (ant)



Apa Pendapatmu?